Mitos-mitos yang Masih di Pegang Teguh Masyarakat Bali

Masyarakat Bali merupakan masyarakat yang masih memegang teguh ajaran adi luhung dari leluhur yang sampai saat ini masih tetap berjalan dengan baik dan juga tidak terpengaruh oleh perubahan zaman yang semakin canggih seperti saat ini.

Mitos-mitos yang Masih di Pegang Teguh Masyarakat Bali
Foto: Portonews.com
Masyarakat Bali masih percaya apa yang diajarkan oleh leluhur adalah sesuatu yang fleksibel yang masih bisa diterima dan masih relevan meski zaman sudah berubah dan berbeda jauh dengan zaman saat ajaran itu muncul.

Ada juga mitos-mitos dari masyarakat Bali yang sampai saat ini masih dipercaya dan sampai sekarang juga masih banyak yang memegang teguh mitos itu sampai sekarang, nah apa saja mitos orang Bali yang masih dipercaya sampai sekarang, silakan simak daftarnya di bawah ini.

Mitos-mitos yang masih di pegang teguh masyarakat bali
  1. Jangan potong kuku/nyapu saat menjelang sore atau malam. Ini dipercaya seseorang akan segera menjauh dari orangtua.
  2. Jangan duduk di atas bantal/guling, lesung. Ini dipercaya akan membuat anda sakit bisulan.
  3. Jangan makan telur ayam bersama dengan ikan pindang. Ini dipercaya Anda akan sering berkelaukan aneh (nganjuh).
  4. Jangan makan semangka bercampur gula merah. Ini dipercaya Anda akan sering mengalami gangguan dalam kesehatan.
  5. Jika kebanyakan makan, garuklah ulu hati menggunakan sendok nasi.
  6. Jika tidur bersuara (gigi bergesek), berkeliling sebanyak tiga kali tungku api dengan bertopikan kuskusan dengan menyelipkan sendok kayu di punggung. Di tempat lain juga ada dengan cara menggigit kayu.
  7. Sehabis mejaya-jaya atau upacara mabayuh dilarang makan daging sapi. Dipercaya upacara yang Anda lakukan tidak ada artinya.
  8. Menepuk tiga kali saat tidur di kasur yang baru. Ini dipercaya bahwa arwah Anda saat mimpi tidak kebingungan saat kembali ke tubuh Anda.
  9. Jangan menyapa/memanggil orang yang mau ke arena sabung ayam.
  10. Kalau penjor Galungan dipasang patah, jangan ke tajen. Pasti kalah.
  11. Jangan suka melintas di bawah jemuran. Dipercaya akan mengurangi kewibawaan dan kepercayaan orang kepada Anda.
  12. Jika mata berair saat mengiris bawang merah, selipkan irisan bawang di telinga.
  13. Jangan pernah berdiam di atap cucuran, terutama saat sembahyang. Karena tempat ini adalah jalurnya dunia lain.
  14. Dilarang bersiul malam hari, dipercaya akan memanggil buta atau hal-hal yang buruk.
  15. Dilarang bilang kata "capek" saat berjalan kaki menuju puncak Lempuyang dan membawa emas-emasan naik ke Gunung Agung. Di beberapa pura di Bali juga dilarang memakai emas.
  16. Jika susah melahirkan, si ibu diberi minum air dari hasil cucuran tiang rumah (saka/pengadeg) yang disiram.
  17. Pada saat tidur disarankan kepala menghadap kearah utara dan timur. Dipercaya sebagai sumber kekuatan dan saat bangun tidur Anda tidak kebingungan.
  18. Jangan keramas saat kajeng kliwon, dipercaya Anda lebih mudah ditemukan oleh orang yang ingin berbuat buruk.
  19. Jangan bayar hutan saat rahinan rambut sedana. Dipercaya Anda akan sering punya hutang.
  20. Menaruh dipan (tempat tidur) diusahakan agar saat bangun mata bisa langsung menghadap ke pintu. Kaki lebih dekat ke pintu.
  21. Jangan mengurut ekor babi guling. Dipercaya babi guling tidak akan enak (alal) dan membuat yang makan acan sakit pencernaan.
  22. Untuk anak yang terlambat mulai bicara, bisa dipakai sobekan tikar. Campur air putih dan diminumkan.
  23. Kalu anak kecil tersedak/clekutan, tempel robekan tikar digidatnya
  24. Untuk sakit korengan, gosok dengan uang kepeng dan lemper di jalan.
  25. Kalau kutu air, mencuri bunga yang dikenakan di rambut wanita, lalu digosokan ke sakitnya.
  26. Kalau anyang-anyangan, kencing sedikit terus menerus bisa dengan mengikat jempol kaki pakai karet.
  27. Kalau kaki kesemutan, ikat erat jempol dengan tali.
  28. Kalau digigt babuang (semut hitam besar) bisa langsung dikencingi.
  29. Kalau ada halilintar/petir tancapkan pisau ke halaman.
  30. Kalau ada gempa (linuh) sebut hidup... hidup.. hidup... terus menerus sampai gempanya berhenti.
  31. Jangan bepergian/bekerja saat siang bolong (tengai tepet) dan sore menjelang petang (sandikala), dipercaya waktunya butakala.
  32. Jangan makan di pintu atau jendela, dipercaya tempat berlalunya para dewata.
  33. Jangan ngajak pacar ke Tanah Lot, katanya hubungannya akan tidak lancar.
  34. Jangan berfoto ber tiga. Dipercaya akan terjadi cekcok, atau kehilangan dari salah satunya.
  35. Jangan menyisakan nasi saat makan. Akan membuat mati peliharaan ayam hitam Anda akan mati.
  36. Kalau matanya kelilikan (bintil di tepi mata) buatkan tipat pusuh taruh di atas perapian, lalu tusuk-tusuk itu kelilikan pakai ujung tipat yang diisi bawang putih.
  37. Di daerah lain ada sedikit perbedaan dalam menggosokan bawang putihnya. Jika 'kelilikan di kanan" carilah bintik merah di punggung sebelah kiri lalu dipecahkan dan diolesi dengan bawang putih tunggal.
  38. Cicak suara kebenaran, tokek atau kodok sebaliknya.
  39. Melihat meteor (bintang kuskusan) akan terjadi bencana.
  40. Kalau mimpi ketus gigi akan ada saudara atau kerabat akan meninggal
  41. Jangan meneriaki badai (angin ngelinus). Dipercaya Anda akan selalu diikuti dengan malapetaka.
  42. Burung hantu (celepuk) bersuara pertanda ada orang hamil.
  43. Anjing menggonggong tanpa sebab, salam untuk para penjemput kematian dipercaya juga anjing melihat leak.
  44. Kalau anak pertama cewek, liat guratan di paha blakang kalau ada satu guratan adiknya akan cowok.
  45. Kalau menonton Calon arang harus sampai selesai, karena kalau tidak, maka pulangnya bisa dicegat leak.
  46. Kalau sedang gelar upacara, anjing berkeliaran mau cari sisa makanan, tidak boleh dipukul atau disakiti dipercaya upacara Anda tidak akan berjalan dengan baik dan tidak diterima.
  47. Kalau saat upacara berdatangan kupu-kupu, capung atau burung berarti upacaranya bagus.
  48. Kalau punya karya/upacara, pas menanak nasi arunya gendut-gendut, karyanya rahayu.
  49. Kalau sakit leher salah tidur, negen jineng.
  50. Jangan memegang ayam yang ngasen (meronta saat mau mati), diyakini akan kena sakit buyutan/tangan sering bergetar saat bekerja.
  51. Jangan menangisi orang meninggal, dipercaya arwahnya banyak halangan menuju alamnya.
  52. Jangan duduk di kursi saat Pagerwesi (mitos daerah Karangasem).
Dan mungkin banyak lagi mitos-mitos yang lainnya. Mudah-mudahan ini memberikan sedikit wawasan Anda bagaimana hal-hal ini masih sampai sekarang masih dilakukan oleh orang-orang di Bali.


Copas. Umah wijaya bali

Belum ada Komentar untuk "Mitos-mitos yang Masih di Pegang Teguh Masyarakat Bali"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel