Pengertian Catur Asrama dan Bagiannya

Advertisement
Advertisement
Om Swastyastu, mari kita lanjutkan lagi tentang pelajaran Agama Hindu Bali, kali ini kita bahas tentang Catur Asrama yang mungkin sudah agak lupa semenjak pertama kali mempelajarinya, siapa tahu anak kita sedang mempelajarinya di sekolah dan dari sini kita bisa memberikan pengertian dan bagian-bagian dari Catur Asrama.

Catur Asrama berasal dari dua kata yaitu Catur yang artinya empat dan Asrama artinya tahapan atau jenjang. Jadi Catur Asrama artinya empat jejang kehidupan yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh untuk mencapai moksa. Atau Catur Asrama juga dapat diartikan sebagai empat tingkatan hidup manusia sebagai dasar keharmonisan hidup dimana pada tiap-tiap tingkatan hidup manusia yang diwarnai dengan adanya ciri-ciri tugas dan kewajiban yang berbeda pada setiap jenjangan tetapi memiliki kaitan dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan bagian lainnya.

Berikut adalah penjelasan dari bagian-bagian Catur Asrama yang terdiri dari empat bagian yaitu:

Brahmacari Asrama terdiri dari dua kata yaitu Brahma yang artinya ilmu pengetahuan dan Cari artinya tingkah laku dalam mencari atau menuntut ilmu. Brahmacari artinya tingkatan atau masa dimana manusia dalam usahanya menuntut ilmu pengetahuan. Dizaman yang sudah modern seperti ini manusia atau orang menuntut ilmu dilembaga pendidikan seperti sekolah dari jenjang Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi. Berbeda dengan dizaman dahulu seorang murid menuntut disebuah asrama dan itupun lokasinya jauh didalam hutan atau tempat sunyi. Adapun pada masa Brahmacari ini murid tidak boleh mengumbar hawa nafsu dan fokus untuk belajar saja. Dalam masa Brahmacari ini ada tiga pilihan yaitu:
Sukla Brahmacari artinya tidak menikah sepanjang hidupnya artinya dia tetap fokus untuk menuntut ilmu dan nanti akan menyebarkannya. Nah Sukla Brahmacari ini akan melewati jenjang Grhasta Asrama atau masa berumah tangga.
Sewala Brahmacari artinya hanya menikah sekali saja dalam hidupnya apapun alasannya.
Kresna Brahmacari artinya menikah lebih dari satu kali, maksimal empat kali dan itupun harus dapat izin dari istri misalnya karena istri tidak bisa memberikan keturunan atau istri sakit-sakitan
Grhasta Asrama jenjang yang kedua ini artinya masa berumah tangga, tahapan ini dilakukan dengan melaksanakan pernikahan, pada tahapan ini merupakan masa yang penting karena menunjang hal yang lainnya. Menikah merupakan tugas suci bagi umat Hindu. Istri merupakan partner dalam kehidupan dan seorang pria tidak bisa melakukan Yadnya tanpa Istri. Dalam masa inilah manusia akan dilimpahkan rezekinya dan harus mendapatkan harta dengan Dharma dan 1/10 hartanya diwajibkan untuk kepentingan amal atau dana punia. Dalam masa berumah tangga ini ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan yaitu melanjutkan keturunan atau membuat anak, membina rumah tangga artinya memberikan nafkah bagi anggota keluarga, bermasyarakat atau ikut serta dalam suka duka masyarakat atau mulai mebanjar dan melaksanakan Panca Yadnya.

Wanaprastha Asrama artinya masa pergi ke hutan (wana) untuk mendalami arti hidup, pada masa ini dimana seorang sudah lepas dari semua kewajiban duniawi saat masih di masa Grhasta Asrama atau sudah pensiun dalam masa berumah tangga dengan segala kewajibannya karena untuk sanjutnya hal itu dilanjutkan oleh keturunan yang sudah melewati masa Brahmacari Asrama dan sedang dalam masa Grhasta Asrama. Pada masa Wanaprastha untuk saat ini mungkin tidak harus pegi ke hutan mungkin lebih pada mengendalikan diri dan melepaskan diri dari ikatan keduniawian, pada masa ini umur sudah tua dan sudah banyak menjalani dan pengalaman pahit manisnya hidup dan harus menjadi bijaksana untuk menapak ke masa berikutnya.

Sannyasin atau Bhiksuka merupakan tingkat kehidupan dimana pengaruh dunia sama sekali sudah dilepaskan. Pada masa ini lebih banyak untuk menyebarkan ilmu agama dengan menjadi seorang Guru atau Bhiksuka dan segala yang dilakukan adalah berserah kepada sang Pencipta untuk mencapai moksa yang merupakan tujuan akhir dari hidup seperti yang dijelaskan pada bagian akhir dari Catur Purusa Artha.

Nah itulah penjelasan dan bagian-bagian dari Catur Asrama, semoga bermanfaat, Om Santhi, Santhi, Santhi Om.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Pengertian Catur Asrama dan Bagiannya"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih