Sudah Separah inikah Anak Zaman Sekarang?

Advertisement
Advertisement
Kemarin saya melihat foto ini di unggah di facebook oleh salah satu teman facebook saya, di sana terlihat jelas seorang anak sedang bermain dengan gadgetnya dan sambil mengeluarkan asap dari mulutnya dan tangan kanannya berisi sebatang rokok yang masih nyala. Dari foto itu dipastikan dia anak Bali dan dari tampangnya kelihatan dia masih di bawah umur estimasi umur kemungkinan kelas 5 SD sampai kelas 1 SMP.

Entah dari mana asal foto itu, dari segi bentuk yang persegi dan resolusi rendah, kemungkinan foto itu dari DP BBM yang di simpan di perangkat kemudian terus menyebar sampai ke saya juga yang jelas foto itu pasti di ambil di Bali entah tanggal berapa dan di mana. 

Saya sendiri sungguh prihatin dengan keadaan anak itu, entah dari mana dia bisa merokok dengan umur yang masih kecil begitu. Tapi berfikir positif saja dulu kemungkinan anak ini cuma sekedar gaya saja, kemungkinan dia cuma minjem rokok dari orang di sebelahnya kemudian dia mencoba mengisapnya dan bergaya layaknya seorang perokok sungguhan kemudian di foto oleh temannya dan kemudian di pakai DP BBM.

Dilihat dari cara memegang rokoknya dia tampak seperti bukan seorang yang sudah sering merokok. Secara lokasinya ini di ruang terbuka pasti akan banyak orang yang melihat, secara kalau anak mencoba untuk merokok pasti akan mencari tempat sepi untuk merokok secara sembunyi-sembunyi. Nah itu hanya sekedar perkiraan saya mudah-mudahan seperti apa yang saya perkirakan bahwa anak ini hanya sekedar acting.

Kemungkinan terburuk adalah anak ini memang benar sudah biasa merokok jadi seperti prediksi saya di atas adalah tidak berguna dan sia-sia. Jika ini memang benar kalau anak ini memang perokok maka pertanyaannya adalah sudah separah inikah anak zaman sekarang? mencari hiburan tidak memilih-milih cuma mengikuti apa yang menurutnya keren tanpa tahu akibat buruk dari merokok itu di kemudian hari. Jika sudah begini maka siapa yang harus disalahkan siapa yang harus bertanggung jawab? Ini adalah salah satu bentuk kegagalan dunia pendidikan anak-anak.

Pendidikan formal memang tidak 100% bisa mendidik perilaku anak, pendidikan formal lebih cenderung mengarah pendidikan akademis dimana hasil akhir berbentuk angka yang dicari. Meski pun ada beberapa mata pelajaran yang mengajarkan budi pekerti tetapi itu tidaklah sepenuhnya membentuk pribadi yang punya sikap yang menunjukkan kebaikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dalam pembentukan karakter biasanya seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungan orang-orang terdekat, paling utama tentu lingkungan keluarga karena di sana seorang anak akan banyak menemukan pelajaran tentang karakter, seorang anak biasanya akan suka meniru apa yang sering mereka lihat dan biasanya ingin merasakan apa yang mereka lihat, misalnya dia berada diantara keluarga yang Bapaknya seorang perokok. Kemudian lingkungan tempat bermain mereka seperti apa biasanya seorang anak akan mengikuti perilaku dari teman sepermainan mereka di lingkungan pergaulan mereka.

Kalau sudah begini siapa yang salah? Dari komentar facebook ketika foto ini di unggah, kebanyakan yang disalahkan dan yang harus bertanggung jawab adalah orang tua. Peran orang tua sangat penting untuk mendidik anak sejak usia dini. Bahkan ada juga yang berkomentar mendingan jangan bikin anak kalau tidak bisa mendidik anak malah akan merusak kehidupan saja.

Selain itu pemerintah juga bertanggung jawab untuk mengatur regulasi peredaran tembakau dalam hal ini adalah rokok. Saat ini siapa pun sangat mudah untuk mendapatkan rokok entah itu anak kecil, remaja, dewasa dan orang tua yang penting dia bawa uang datang ke warung dan beli rokok pasti dapat. Dahulu waktu awal-awal saya berhenti merokok di tahun 2012, pernah terdengar kabar kalau untuk mengendalikan jumlah perokok yang terus bertambah pemerintah pernah ber wacana akan ada SIM yaitu surat izin merokok, tetapi sampai sekarang tak pernah terwujud dan tak pernah lagi terdengar wacana tersebut.


Saat seperti ini pemerintah seolah diam saja tanpa mengambil tindakan yang ekstrim untuk menghentikan jumlah perokok muda yang terus bertambah. Terakhir pemerintah cuma menyuruh pabrik rokok untuk mengisi bungkus rokok dengan gambar seram yaitu gambar gambar penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok, akan tetapi sepertinya itu tidak efektif dan mereka tetap saja membeli rokok. Mari selamatkan generasi muda dengan memberikan pendidikan tentang bahaya merokok baik di rumah atau di sekolah. Nah mungkin hanya itu sedikit cerita tentang rasa prihatin saya terhadap anak di bawah umur yang merokok semoga juga ada yang peduli.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Sudah Separah inikah Anak Zaman Sekarang?"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih