Makna Memakai Senteng Saat Bersembahyang di Pura
Daftar Isi
![]() |
| foto dari Facebook |
Nah dari foto tersebut saya punya rasa penasaran untuk mencari tahu apa itu makna senteng saat bersembhyang di pura menurut Hindu? Senteng (slempot ataupun selendang) adalah secarik kain yang mengikat dan menutupi Pusar (pungsed) atau pinggang sebagai kelengkapan busana adat bali pada saat melakukan sembahyang, memasuki tempat suci dan upacara yadnya lainnya. Disebutkan asal usul lahirnya budaya ini berasal dari para leluhur yang merupakan asal muasal kita sebagai manusia yang semenjak masih janin dalam kandungan Ibu, manusia sudah terhubung dengan-Nya (Ibu) yaitu melalui tali pusar (ari-ari).
Tali pusar, penghubung kehidupan dalam kandungan antara sang janin dengan sang Ibu sedangkan dalam penerapan keagamaan sehari-hari ‘mungkin’ ari-ari (tali pusar) ini disimbolkan menjadi sebuah selempot (senteng), karena selalu melekat menutupi tali pusar umat Hindu di Bali dalam setiap sembahyang. Selain sebagai pengikat panca budhi indria dan panca karmen indria, simbol mengekang sepuluh lobang yang ada dalam tubuh pada saat seseorang berkehendak melakukan puja dan puji terhadap Tuhan.
Senteng hanyalah sebuah simbol atau sebuah peraturan, bukankah sebuah simbol mengandung makna tertentu dibalik simbol-simbol itu. Sama dengan seseorang harus memiliki KTP, paspor, dan identitas lain sebagai simbol pengganti dari seseorang jika ingin mengetahui identitas lebih lengkap tentang dirinya. Demikian juga dengan senteng (selempot) yang mengandung makna sebagai penghubung kepada para leluhur, warga dan para leluhur akan membahasakan doa, maksud, dan upacara umat kepada Hyang Widhi.
Nah itulah sedikit tentang makna memakai selendang saat kita memasuki kawasan suci pura untuk melakukan persembahyangan, jadi ketika kita kan masuk pura maka setidaknya kita sudah memakai selendang maka kita sudah bisa memasuki pura tersebut untuk sembahyang. Om Santhi, Santhi, Santhi Omsumber: komentar bangkitnya hindu,

Posting Komentar