Etika Berpakaian Saat Datang ke Pura

Advertisement
Advertisement
Om Swastyastu, Bagaimana kabarnya untuk semeton Hindu dimanapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hari ini saya melihat sebuah postingan di facebook dimana dalam postingan tersebut terdapat foto seorang wanita yang memakai pakaian serba putih dan sepertinya Ibu itu akan pergi atau sudah berada di Pura, entah di Pura mana saya sendiri kurang tahu. Banyak netizen yang bilang kalau Ibu itu memakai pakaian yang bisa terbilang kurang pantas jika itu dipakai untuk ke Pura.

Seiring perkembangan zaman apapun bisa kena modernisasi dan mengikuti tren yang ada pada masa itu, termasuk juga tren berpakaian bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari namun dalam hal tertentu juga bisa kena pengaruh misalnya untuk pakaian adat Bali. Sebenarnya sah-sah saja kalau pakaian adat Bali terkena sentuhan gaya modis yang kekinian, namun pertanyaannya kapan kita bisa memakai pakaian tersebut dan untuk keperluan apa kita memakai pakaian yang seperti itu?

Etika Berpakaian Saat Datang ke Pura

Tidak ada larangan dari mana pun kalau pakaian adat Bali itu tidak boleh di modifikasi, namun kita sebagai umat Hindu yang tahu etika dan juga budaya tentu harus bisa menentukan pakaian mana yang pantas dipakai ke Pura dan pakaian mana yang pantas di pakai untuk kegiatan sosial seperti acara pernikahan atau kematian.

Saat ini yang banyak mendapat sorotan adalah pakaian Wanita saat pergi ke Pura, terutama bagi mereka yang memakai pakaian kebaya atau kain yang minim atau transparan. Kadang kita sering melihat seorang wanita itu saat pergi ke pura dengan memakai kebaya yang kainnya agak transparan, lengannya tidak sampai pergelangan tangan dan kain yang dipakai hanya beberapa senti saja di bawah lutut dan ada juga kain yang sudah jadi yang mirip dengan rock yang belakangnya di belah sampai di bawah lutut.

Etika Berpakaian Saat Datang ke Pura

Nah apakah itu salah? Saya rasa itu tidak salah cuma sekarang tergantung siapa yang memakai pakaian itu dan siapa yang melihat pakaian itu. Seperti biasa ada dua penilaian yakni negatif dan positif dan ketika yang memakai pakaian itu adalah wanita maka mungkin yang paling banyak melihat adalah pria dan tak jarang juga wanita ikut berkomentar. Dalam hal ini penilaian tentu hanya ada didalam hati yang melihat tentu tidak wajar kalau kita menegur secara langsung kalau yang dipakai itu tidak pantas jika datang ke Pura dengan pakaian seperti itu.

Dulu pernah saya membaca tentang pakaian untuk pergi ke Pura, namun saya lupa dimana saya membacanya. Dahulu orang kalau pergi ke pura itu tidak memakai pakaian yang dijahit, artinya cuma memakai kain yang diikat sampai bagian atas dada atau sampai menutup bagian dada. Namun seiring perkembangan zaman hal itu mungkin tidak dipakai lagi, namun masih berlaku untuk hal-hal tertentu. Seperti dahulu saya pernah Metatah jadi tidak memakai pakaian yang dijahit hanya memakai kain yang diikatkan sampai diatas dada atau ampai menutup bagian dada.

Sebenarnya seperti apa sih standar pakain umat hindu di Bali kalau kita mau pergi ke Pura? Seperti yang dibahas dalam Paruman Sulinggih yang diadakan tahun 1976 ditetapkan bahwa busana atau pakaian untuk ke Pura adalah sebagai berikut:

Bagi Pria:
  • Baju (Putih)
  • Kampuh (kuning)
  • Kain panjang
  • Sabuk
  • Alas kaki (fakultatif/boleh iya,boleh tidak)
Bagi wanita:
  • Baju/kebaya
  • Kain panjang
  • Sesenteng
  • Sabuk
  • Alas kaki (fakultatif/ boleh iya,boleh tidak)
Namun menurut saya peraturan di atas masih sangat sederhana sekali, pada pakaian untuk pria tidak ada di bahas memakai Udeng atau Destar yang dipakai di kepala, sedangkan saat ini hampir setiap pria ketika akan ke Pura jika berpakaian lengkap pasti akan selalu memakai Udeng. Seperti yang kita ketahui saat ini kalau orang akan pergi ke pura setidaknya akan berpakaian lengkap seperti di bawah ini:

Pakaian Pria:
  • Udeng atau Destar dengan berbagai model dan juga berbagai warna.
  • Baju, bisa pakai Safari, Kemeja lengan panjang, bahkan ada juga baju koko dan warnanya kebanyakan putih dan ada juga warna yang lain
  • Kampuh, ini warnanya sekarang macam-macam ada putih, kuning dan juga ada warna lainnya
  • Kain panjang dengan berbagai model, ada yang kancutnya panjang tapi kainnya cuma beberapa senti di bawah lutut dan ada juga yang normal
  • Sabuk kadang pakai dan kadang tidak, tergantung orangnya
  • Alas kaki saat ini rata-rata semua orang memakainya
 Pakaian wanita:
  • Kadang ada juga yang memakai sanggul
  • Baju/kebaya dengan berbagai pilihan jenis model dan kain tergantung selera yang akan memakai
  • Kain panjang dengan berbagai corak dan cara memakainya juga macam-macam.
  • Sesenteng diikatkan pada pinggang dan juga banyak pilihan warna
  • Sabuk yang kuno itu bisanya diikat secara manual dengan melilitkan beberapa kali dan sekarang sudah ada yang praktis.
  • Alas kaki saat ini rata-rata semua orang memakainya.
Nah seperti itulah keadaan sekarang ini, sekarang kembali ke diri masing-masing untuk menjaga etika dan juga martabat kita sebagai umat Hindu yang memiliki etika dan budaya tampil sopan  saat ke Pura karena saat ini tidak ada yang mengatur tentang pakaian atau busana saat pergi ke Pura. Pakaian atau busana itu memang perlu modis namun sesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat kapan kita harus memakainya.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

1 Response to "Etika Berpakaian Saat Datang ke Pura"

  1. om swatiastu..... saya mau tanya bolehkan orang non hindu datang ke pura pada saat hari raya galungan?

    ReplyDelete

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih