Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Catur Paramitha dan Bagiannya

Om Swastyastu, semeton semuanya gimana kabarnya, semoga dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kali ini saya akan menulis lagi tentang pelajaran Agama Hindu, mungkin ini pelajaran Agama anak SD, tetapi tidak ada salahnya kita mengingatnya lagi.

Belakangan ini banyak sekali berita tentang kriminal salah satunya adalah pembacokan, perkelahian antar pemuda dan terakhir terjadi pembunuhan karyawan karaoke oleh bekas anak buahnya. Kalau kita mau jujur semua itu terjadi akibat merosotnya moral karena dipengaruhi oleh berbagai faktor  namun apapun alasannya kejahatan yang merugikan orang lain apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang, tetap tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum.

Berbicara masalah moral yang semakin merosot, dalam umat Hindu kita mengenal sebuah ajaran untuk membentuk karakter manusia. Dalam Hindu ajaran itu disebut dengan Catur Paramitha. Catur Paramitha berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari Catur yang artinya empat dan Paramitha yang artinya sifat atau sikap utama, jadi Catur Paramitha berarti empat sifat atau sikap utama yang menjadi landasan dalam melakukan perbuatan sehari-hari.

Catur Paramitha terdiri dari empat bagian yaitu:
Maitri artinya sifag lemah lembut, sopan santun yang merupakan bagian dari budi pekerti luhur yang berusaha untuk kebahagiaan seluruh makhluk. Jika sudah memiliki sifat Maitri ini maka akan menjadi manusia yang bisa menempatkan diri dalam setiap situasi. Menghormati orang tua dan menghargai orang yang lebih muda merupakan contoh Maitri.

Karuna artinya welas asih atau kasih sayang yang merupakan bagian dari budi pekerti luhur, yang menghendaki terhapusnya seluruh penderitaan makhluk hidup. P Melakukan sesutu tanpa kekerasan atau tidak mebuat orang merasa tersakiti oleh perbuatan dan perkataan kita. Saling mengasihi dan menyanyangi adalah sifat dari Karuna ini.

Mudita artinya tersenyum dalam artian selalu memperlihatkan wajah yang riang gembira dan bersahabat. Penuh rasa simpati kepada siapa saja, jauh dari rasa iri dan dengki terhadap siapa saja dan tidak menyusahkan orang lain. Dengan wajah yang selalu ceria maka akan sangat bisa untuk menyenangkan orang lain.

Upeksa artinya mengalah terhadap orang lain demi sebuah kebaikan, tidak membalas perlakuan jahat orang lain dan tidak menyimpan dendam terhadap orang lain yang telah menyakitinya. Tidak memandang rendah orang lain senantiasa mampu mengendalikan hawa nafsu jahat untuk menghindari konflik.

Belajar dari makna Catur Paramitha maka dapat kita ketahui bahwa tindakan kejahatan dalam bentuk apapun merupakan bentuk cerminan bahwa kualitas moral manusia makin memprihatinkan. Oleh sebab itu sejak usia dini harus diajarkan dan ditanamkan sifat-sifat dari Catur Paramitha ini dan semakin dewasa seharusnya semakin mampu berfikir jernih da  mengendalikan pikiran supaya tidak berbuat yang merugikan orang lain. Dengan demikian selalu mendekatkan diri dengan Tuhan adalah salah satu caranya yaitu dengan melaksanakan Tri Sandya, semoga bermanfaat dan dapat menerapkan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari dan mendapat hasil yang baik pula. Om Santhi, Santhi, Santhi Om.
Kriana
Kriana Saya hanya orang yang menyempatkan diri untuk menulis tentang apa saja ketika saya sempat menulis, untuk diri sendiri maupun informasi untuk orang lain

1 komentar untuk "Catur Paramitha dan Bagiannya"

  1. Disebutkan apakah tidak mencampuri urusan orang lain dalam ajaran catur paramitha

    BalasHapus

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih