Virus Corona atau Covid-19

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang informasi virus Corona yang menyerang beberapa di dunia dan WHO sudah menyatakan kalau virus Corona / Covid-19 sebagai Pandemi sehingga ada beberapa negara yang melakukan lockdown supaya bisa memutus penyebaran virus ini. Baiklah saya tidak akan membahas lebih jauh tentang virus Corona ini karena saya bukan ahlinya, namun disini saya lebih banyak akan menceritakan seperti apa dampak dari Corona ini.

Virus Corona atau Covid-19

Virus yang konon katanya berasal dari Wuhan cina ini sudah menewaskan banyak orang, negara yang paling parah dengan adanya kasus virus Corona ini adalah Italy, Korea Selatan, Iran dan China.  Secara Global per hari ini, 23 Maret 2020 Corona ini sudah terjadi di 160 negara dengan kasus Terkonfirmasi 308,594, yang Sembuh 95,829 dan terjadi kematian sebanyak 13,069 kasus.

Sementara untuk kasus Corona yang ada di Indonesia yang terkonfirmasi Positif Corona adalah 514 kasus dan yang sudah sembuh ada 29 kasus, sementara yang meninggal sudah mencapai 48 kasus. Termasuk di Bali juga sudah ada korban meninggal karena Corona ini.

Virus ini memiliki masa inkubasi cukup lama yakni 14 hari, jadi saat awal-awal kena virus ini mungkin tidak ada gejala, nah setelah 14 haru baru akan muncul gejala seperti Batuk, pilek, sakit tenggorokan, deman dan susah bernafas gejala yang paling parah. Virus ini tidak mengenal umur, semua orang bisa kena dan paling bahaya adalah jika virus ini menempel pada usia muda karena susah untuk mendeteksi karena tidak ada gejala.

Saya sendiri di Bali sudah mulai merasakan dampak atau efek dari virus Corona ini, meskipun saya tidak bekerja di dunia pariwisata, saya hanya driver ojek online (ojol). Sejak beberapa hari lalu order mulai sepi dan susah untuk mendapat order.

Pemerintah pusat / daerah sudah menghimbau bagi warganya untuk tidak melakukan aktivitas di luar, dimana sekolah sudah mulai libur dan juga kantor pemerintah, mereka disuruh belajar dan bekerja dari rumah. Mungkin bagi mereka yang berpenghasilan bulanan maka bekerja dari rumah mungkin tidak masalah, nah bagaimana dengan mereka yang bekerja harian jika tidak keluar maka tidak akan mendapatkan uang?

Selain itu pemerintah daerah juga sudah menutup obyek wisata yang ada di Bali, tempat yang biasa di kunjungi oleh wisatawan kini sepi,seperti pantai kuta, pantai pandawa, waterboom, sangeh, dan lain-lain. Hal itu dilakukan untuk memutus penyebaran virus Corona.

Seperti yang dihimbau oleh pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar, melakukan social distancing (jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain) ketika harus keluar, rajin cuci tangan dan olahraga mencari sinar matahari dan juga menghindari keramaian untuk mencegah penyebaran virus Corona ini.

Biasanya pada hari minggu di beberapa tempat di Bali, seperti di Denpasar ada Car Free Day (CFD) namun pada minggu ini CFD di beberapa wilayah di Bali tidak diadakan karena untuk menghindari berkumpulnya banyak orang pada saat CFD.

Selain itu ada juga prosesi melasti sebelum nyepi, biasanya diikuti oleh seluruh warga desa pada saat melasti ke pantai, namun kali ini hanya diikuti oleh beberapa orang saja seperti pemangku desa dan pengurus desa yang dilibatkan dalam acara melasti tersebut.

Seperti yang terjadi di Bali, saat ini akan menjelang hari raya Nyepi tahun Saka 1942, biasanya hari nyepi itu identik dengan keramaian terutama saat akan mengarak ogoh-ogoh atau saat hari pengerupukan sehari sebelum Nyepi. Setiap banjar di Bali sudah membuat Ogoh-ogoh, namun karena kasus Covid-19 ini maka mau tidak mau pengarakan Ogoh-ogoh saat pengerupukan nanti tidak diadakan untuk menghindari berkumpulnya banyak orang.

Nah itu lah kebesaran hati orang Bali, terutama para pemuda-pemudi yang rela meniadakan tradisi untuk sementara untuk kepentingan yang lebih besar untuk antisipasi / menghindari penyebaran virus Corona karena kita tidak tahu orang yang berkumpul itu sehat atau tidak dari Corona, oleh sebab itu jalan satu-satunya adalah meniadakan pawai ogoh-ogoh pada saat pengerupukan.

Mungkin ada perasaan kecewa karena pawai ogoh-ogoh ditiadakan, namun mau apa lagi, mematuhi anjuran pemerintah adalah hal yang paling tepat untuk menghentikan penyebaran virus Corona ini. Namun masih ada saja orang yang bengkung dengan tidak mengindahkan himbauan pemerintah.

Saya sendiri memiliki kepanjangan sendiri dari Corona ini. Seperti apa kepanjangan dari Corona ini, silakan simak dibawah ini.

  • Cobalah untuk tenang, jangan panik.
  • Orang-orang harus menjaga jarak untuk menghindarinya.
  • Rawat diri dengan menjaga kebersihan.
  • Olahraga untuk menjaga kesehatan.
  • Nikmati hidup sementara dirumah saja.
  • Astungkara semua ini cepat berlalu jika sudah mengikuti anjuran Pemerintah. 
Nah bagi kamu yang mendapat informasi yang tidak jelas di media sosial terkait Corona ini, maka alangkah baiknya jangan ditelan mentah-mentah, alangkah baiknya mencari sumber informasi yang valid di internet seperti covid19.go.id atau sumber resmi lainnya.

Saya sendiri heran kenapa masih saja ada orang yang suka membuat Hoax terhadap kasus virus Corona ini, entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang suka membuat resah dengan menyebar Hoax. 

Belum ada Komentar untuk "Virus Corona atau Covid-19"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel