Mitos Seputar Kuliah Di Luar Negeri & Tips Bayar Kuliah dengan Transfer Valas

Buat beberapa orang, melanjutkan pendidikan ke luar negeri adalah mimpi. Beberapa berusaha mewujudkannya lewat berbagai macam cara. Ada yang melalui jalur beasiswa, ada pula yang dengan biaya sendiri. Apapun itu, tidak dapat dipungkiri kalau akan ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan jika kamu memutuskan untuk melanjutkan kuliahmu di luar negeri.

Mitos Seputar Kuliah Di Luar Negeri & Tips Bayar Kuliah dengan Transfer Valas


Pengetahuan yang lebih mengglobal, aware terhadap isu-isu global sampai membuat CV lebih mentereng adalah contoh manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau dirimu berhasil berkuliah di luar negeri. Tapi sayangnya, ada sebagian dari kita yang hanya berani bermimpi tanpa pernah benar-benar mencoba mewujudkannya. Akibatnya, mereka seringkali terjebak dalam mitos-mitos yang tidak benar mengenai kuliah ke luar negeri.

Apakah mitos-mitos tersebut benar adanya? Mari kita sama-sama bahas satu per satu.

Mitos #1: Harus Bisa Menguasai Bahasa Setempat
Fakta: Jika kamu berkuliah di Inggris atau di negara-negara dengan bahasa nasionalnya adalah Bahasa Inggris, masalah bahasa tentu bukanlah sebuah masalah besar. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika kamu ingin berkuliah di negara-negara seperti Spanyol, Italia, Jerman atau Swiss? Haruskah kamu menguasai bahasa lokal di negara-negara tersebut?

Faktanya adalah tidak. Untuk berkuliah di negara-negara seperti itu, yang kamu butuhkan paling tidak adalah kemampuan berbahasa Inggris yang cukup. Alasannya adalah ada banyak universitas di negara-negara seperti Spanyol, Italia, dan Jerman yang tidak mengharuskan penguasaan bahasa lokal sebagai syarat masuknya. Fakta lainnya adalah ada banyak mata kuliah yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Memiliki kemampuan bahasa lokal setempat bisa menjadi nilai plus buatmu tapi bukan merupakan faktor penentu diterima atau tidaknya kamu di universitas tujuanmu itu.

Mitos #2: Tidak Bisa Lulus Tepat Waktu

Fakta: Pada dasarnya, tidak lulus tepat waktu adalah ketakutan semua mahasiswa, terlepas dari kamu berkuliah di dalam negeri ataupun di luar negeri. Namun, tidak lulus ketika kamu berkuliah di luar negeri memiliki memiliki pressure yang lebih tinggi, apalagi jika kamu kuliah di universitas yang cukup bergengsi atau mendapat kesempatan pertukaran pelajar dan beasiswa.

Faktanya kamu bisa mendapatkan kredit untuk jurusan (major), minor dan ataupun GE kamu saat mengikuti program pertukaran mahasiswa lho. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fasilitas study abroad advisors yang biasanya disediakan di kampus-kampus yang menerima international student. Saat kamu berkonsultasi dengan advisor mu di kampus, kamu bisa mendapatkan masukkan-masukkan khusus supaya kamu kredit mata kuliahmu terpenuhi dan kamu tetap bisa lulus tepat waktu.

Mitos #3: Kuliah Di Luar Negeri Itu Mahal

Fakta: Berkuliah di luar negeri memang kadangkala membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi, terdapat pula banyak negara yang biaya pendidikan dan biaya hidupnya terjangkau. Selain itu, kamu bisa juga memanfaatkan peluang beasiswa dari kampus dan juga pemerintah atau institusi supaya bisa melanjutkan studi ke luar negeri. Yang perlu kamu siapkan adalah mempersiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan, apply beasiswa sebanyak yang kamu mau dan tunggu konfirmasi dari penyedia beasiswa yang berjodoh denganmu.

Ngomong-ngomong soal biaya, jika beasiswa bukan merupakan sebuah opsi, maka kamu bisa memilih berkuliah di luar negeri dengan biaya sendiri. Kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri memang terasa mahal. Namun, ada satu tips mudah supaya kamu bisa lebih hemat, yaitu menggunakan digibank transfer valas saat kamu hendak membayar uang kuliah.

Ada beberapa keuntungan utama kalau kamu menggunakan digibank transfer valas. Yang pertama adalah praktis. Kamu tidak perlu keluar rumah dan repot-repot pergi ke cabang hanya untuk melakukan transfer valas. Malahan, kamu hanya perlu menginstal aplikasi digibank by DBS dan voila, kamu sudah bisa langsung melakukan transfer dana ke luar negeri.

Mitos Seputar Kuliah Di Luar Negeri & Tips Bayar Kuliah dengan Transfer Valas

Mari saya jelaskan sedikit caranya. Setelah menginstal aplikasi digibank by DBS di smartphone, yang perlu dilakukan saat hendak melakukan transfer valas adalah memilih menu “Transfer” lalu klik “Transfer Valas” di aplikasi digibank by DBS. Di layar selanjutnya, klik “Tambah Penerima” lalu pilih negara yang dituju dan mata uangnya. Setelah itu, silahkan pilih bank dan lengkapi detail penerima. Masukkan jumlah dana yang akan dikirim dan lalu klik “lanjut” untuk menyelesaikan transaksi transfer valas yang tadi dilakukan. Kalau transaksi mu dilakukan sebelum waktu yang sudah ditentukan, si penerima dapat menerima dana yang kamu transfer hari itu juga, jika transaksi kamu belum melewati batas waktu tertentu. Benar-benar segampang dan semudah itu.

Yang kedua adalah gratis biaya transaksi dan rate nilai tukar yang kompetitif. Ini adalah keuntungan yang sangat menarik. digibank transfer valas menggratiskan biaya transaksi remittance ke 7 mata uang negara USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP di lebih dari 20 negara

Itu artinya jika kamu berkuliah yang pembayarannya dalam mata uang-mata uang seperti USD, HKD, SGD, EUR, AUD dll, kamu bisa lebih berhemat. Lumayan, kan?

Belum ada Komentar untuk "Mitos Seputar Kuliah Di Luar Negeri & Tips Bayar Kuliah dengan Transfer Valas"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel