Makna Hari Suci Tumpek Landep
Daftar Isi
Tapi pada kenyataannya seiring perkembangan jaman yang sudah semakin maju baik dalam dunia informasi dan teknologi, perayaan hari Tumpek Lnadep ini tidak hanya dipakai untuk mengupacarai benda-benda tajam atau yang memiliki sifat pusaka atau sakral. Namun saat ini pada saat Tumpek Landep tiba umat Hindu juga mengupacarai benda-benda yang berasal dari bahan logam dan sejenisnya yang biasa mempermudah aktivitas manusia dalam kegiatan sehari-hari. Benda-benda yang dalam kehidupan sehari-hari tersebut meliputi Mobil, Motor, Sepeda, Mesin-mesin, Laptop, Komputer, dan lain-lain. Selain itu kita juga sering melihat bahkan pesawat terbang yang ada di Bandara pun bisa dibuatkan Banten pada saat Tumpek Landep, begitu juga dengan persenjataan dari TNI dan Polisi seperti Tank, Pistol, Senapan dan segala senjata yang terbuat dari bahan besi dan sejenisnya.
Bagi umat Hindu di Bali senjata yang paling utama adalah pikiran, karena pikiran lah yang mengendalikan semua yang ada di bumi ini. Semua yang baik dan yang buruk dimulai dari pikiran, maka dari itu dalam perayaan hari Tumpek Landep ini kita diharapkan agar senantiasa menajamkan pikiran lewat kecerdasan dan mengendalikan pikiran lewat norma-norma Agama dan budaya.
Faktanya adalah hari Tumpek Landep merupakan rentetan dari Hari Saraswati yang sudah lewat pada dua minggu sebelumnya. Pada saat Hari Saraswati umat Hindu bersyukur atas turunnya Ilmu Pengetahuan dengan cara membuatkan upacara terhadap benda-benda yang merupakan sumber ilmu pengetahuan seperti buku, kitab suci, lontar dan lain-lain.
Sedangkan pada saat Tumpek Landep umat Hindu lebih mengucapkan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menganugerahi kecerdasan dan ketajaman pikiran kepada manusia yang mana dari pikiran-pikiran tersebut melahirkan daya cipta rasa dan karsa manusia dalam menciptakan sesuatu (output) yang dapat mempermudah kehidupannya untuk mencapai kebahagiaan. Nah itulah makna dari Tumpek Landep menurut Hindu Bali, semoga bermanfaat, Om Santhi, Santhi, Santhi Om


Posting Komentar