Kebanyakan Hanya Melihat Hasil Ketimbang Proses

Advertisement
Advertisement
Sejak dua hari lalu beranda facebook dibanjiri oleh hasil kuis dari sebuah aplikasi facebook dengan lamat web id.testony.com yang memakai bahasa Bali. Dalam kuis tersebut terdapat beberapa pertanyaan dan dengan jawaban yang nyeleneh dan juga mengarah ke porno.


Dari sekian banyak orang yang memakai aplikasi itu mungkin tidak perduli dengan pertanyaan dan juga jawaban yang muncul karena semua itu hanyalah sebuah permainan untuk lucu-lucuan saja tanpa berfikir efek sampingnya bagi mereka yang belum pantas untuk mengkonsumsi sebuah permainan seperti itu.

Bahkan ada sebuah fans page dengan nama Aliansi Peduli Bahasa Bali dengan membuat somasi atas pertanyaan yang muncul dari website id.testony.com tersebut dengan memakai bahasa Bali yang sedikit vulgar. Memang tidak salah jika memakai bahasa Bali seperti itu, namun ranahnya tidak pada ruang publik seperti Facebook tersebut.

Mungkin banyak yang menyalahkan web id.testony.com ini karena munculnya konten atau pertanyaan dengan jawaban yang mengarah ke porno. Namun faktanya adalah id.testony.com hanya menyediakan tempat saja, karena yang membuat pertanyaan tersebut adalah pengguna facebook.

Sebenarnya pihak Testony ini sudah membuat sanggahan bahwa setiap yang dibuat yang ada di web tersebut adalah pengguna facebook dan jika ada konten yang tidak pantas maka kita bisa melaporkan konten itu ke pihak testony atau bisa juga menghubungi pembuat pertanyaan tersebut lewat akun Facebooknya supaya konten itu dihapus jika tidak wajar. Untuk contohnya silakan lihat yang di bawah ini.

Sanggahan: Tes ini dibuat & dipublikasi oleh: Bayu Prawira Laporkan sebagai tes yang tidak pantas

Namun faktanya adalah konten seperti itu malah banyak yang suka ketika sudah banyak yang suka dan penasaran dengan jawaban yang akan muncul maka yang terjadi adalah bukanya melaporkan konten tersebut malah ikut mencoba dan membagikan hasilnya di facebook. Jadi kalau sudah demikian maka makin viral konten tersebut di facebook.


Sampai saat ini ketika saya cek di website id.testony.com bahkan konten pertanyaan dengan bahasa Bali tersebut masuk ke pertanyaan yang sedang trend dan bahkan berada di posisi teratas di web tersebut. Hal itu terjadi sudah pasti karena banyaknya pengguna Facebook yang mencoba pertanyaan itu dan membagikannya di facebook.

Dari sekian banyak yang mengamati fenomena ini ada bermacam komentar, ada yang membuat somasi seperti yang saya sebutkan diatas, ada yang cuek, ada yang ikut bermain permainan tersebut dan ada juga yang melihat dari segi finansial yang dihasilkan oleh id.testony.com tersebut karena permainannya viral di facebook.

Ada yang berpikiran dan sudah dituangkan di facebook kalau id.testony.com sedang panen raya karena aplikasinya viral di facebook dengan demikian yang punya pasti akan mendapatkan banyak uang dari viralnya permainan yang ada di website tersebut.

Saya jadi berpikir kenapa kok uang nya dia yang dilihat, saya yakin uang sekarang itu adalah bagian dari proses yang mungkin membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa membuat aplikasi yang viral seperti id.testony.com, apa mereka berpikir bagaimana dia bisa punya ide untuk membuat permainan seperti itu dan apa dia tahu kalau permainannya akan booming dan viral di Facebook?

Kenapa kebanyakan orang selalu melihat hasil dari pada proses? Terus ketika saat ini Anda sudah sukses apa hasil dari tidur saja tanpa perjuangan yang panjang dan bahkan harus berkorban materi dan juga perasaan?

Orang mencapai sukses tentu karena perjuangan yang gigih dan keuletan dalam setiap hal yang ditekuninya hingga suatu saat bisa mencapai sukses seperti id.testony.com. Kadang cara padang setiap orang memang beda-beda, tergantung pola pikirnya apakah dia berfikir negatif atau positif.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Kebanyakan Hanya Melihat Hasil Ketimbang Proses"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih