Ini Tanggapan Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 Terkait Benang Sanga Datu

Advertisement
Advertisement
Ini Tanggapan Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 Terkait Benang Sanga Datu
Foto: FB Pura Agung Besakih
Om Swastiastu, Sebenarnya foto ini sudah diunggah setahun lalu terkait dengan Benang Sanga Datu yang sempat menjadi polemik. Salah satu akun facebook yang tahun lalu menulis di facebook merasa kalau ada sesuatu yang keliru dengan pemberian benang Sanga Datu tersebut. Seperti yang ditulis oleh akun facebook dengan nama Candra Mardika pada tanggal 14 April 2016 lalu, dia menulis seperti ini.

Terkadang heran kenapa harus dana punia dulu baru bisa dapat gelang 9 warna ini di Besakih. Padahal piodalan didanai oleh pemda ini sama aja pura dijadikan juga tempat bisnis dengan alasan harus danapunia baru bisa dapat gelang 9 warna. Saya berharap Panitia bisa lebih baik lagi kedepannya sangat berbeda dengan piodalan di Pura Dalem Ped Nusa Penida meskipun hanya benang tridatu tapi kita tidak harus dana punia untuk mendapatkannya bahkan jro mangku menyuruh panjak yg Tangkil untuk mengambil lebih supaya bisa dibagikan kepada panjak yg tidak sempat tangkil. Bukan maksud pelit tidak mau dana punia atau membanding bandingkan cuma mengingatakan "Ngayahlah dengan hati yang Iklas" tanpa harus mandang sesari. Itu sama aja gelangnya dijual untuk apa dipasupati mungki pasupatinya sudah hilang karena sama aja jadi ajang jual beli barang. Bukan dengan iklas diberikan kepada panjak yg Tangkil .

Selain itu tulisan diatas juga dilengkapi dengan sebuah foto benang Sanga datu yang berlatar belakang Pura Besakih seperti pada foto di bawah ini.

Ini Tanggapan Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 Terkait Benang Sanga Datu
Foto: Facebook
Benang Sanga Datu ini pertama kali diperkenalkan di Pura Besakih sejak tahun 2015 lalu, Benang Sanga Datu ini merupakan benang suci, Menurut Jero Mangku Suyasa, seorang pemangku di Pura Agung Besakih, memaparkan bahwa sembilan warna yang digunakan adalah merah, putih, hitam, hijau, biru, kuning, jingga, ungu dan abu-abu.

Sembilan warna dari Benang Sanga Datu tersebut merupakan perlambang dari Dewa Penjaga Arah Mata Angin yang disebut Dewata Nawa Sanga yang terdiri dari sembilan Dewa yakni Dewa Wisnu, Sambhu, Iswara, Maheswara, Brahma, Rudra, Mahadewa, Sangkara dan Siwa.

Akibat adanya oplemik seperti itu maka Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 Terkait Benang Sanga Datu tersebut memberikan tanggapannya sebagai berikut. Tulisan di bahwa ini saya kutip dari laman Facebook Pura Besakih yang termuat dalam postingan yang bertanggal 21 April 2017



Om Swastyastu...
Om a no badrah kratawo yantu wisawatah

Tityang Nyeledi Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 pacang ngaturang indik paican Ida Bhatara sane marupa BENANG SANGA DATU, pacang aturang tityang ngangge Bahasa Indonesia mangda sami tatas.

Beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada umat sedharma mengenai BENANG SANGA DATU adalah...
  1. Bahannya adalah benang yang ada dipasaran yang dibeli oleh pihak Panitia dan kemudian pengayah yang ada di Pura Besakih menyatukan semua warna benang serta memotongnya sesuai ukuran, tanpa mengenal waktu mengingat jumlah yang diperlukan sangat banyak. 
  2. Setelah terpotong sesuai ukuran kemudian ditempatkan dalam satu wadah dan di bawa ke jeroan Pura Besakih, oleh salah satu Penglingsir (Pemangku) Pura Besakih kemudian menghaturkan upakara, di Pesamuan Agung (bangunan yg ada di belakang Padma Tiga) tempat distanakannya pralinggan Ida Bhatara Kabeh memohon agar diberikan anugrah untuk benang tersebut dan me-nunas-kan tirta, saat memercikkan tirta pun Penglingir Pura Besakih mengucapkan doa dan pengharapan agar benang tersebut bermanfaat untuk umat sedharma.
  3. Pemilihan tempat pembagian di Bale Dana punia sudah melalui berbagai pertimbangan, mengingat mobilisasi pemedek saat ramai sangatlah tinggi, sangat tidak memungkinkan jika dibagikan di Lapan (tempat mengahaturkan banten) karena akan terjadi antrean yang sangat lama dan menghalangi bagi Pemedek yang akan menghaturkan bakti pada sessi selanjutnya. 
  4. Apakah HARUS MEDANA PUNIA dulu untuk mendapatkan Paican Ida Bhatara tersebut..??? sekali lagi kami pihak panitia menegaskan "TIDAK". masalah dana punia baik berupa uang maupun barang adalah masalah keikhlasan umat sedharma dengan Ida Bhatara, kami pihak panitia hanya sebatas nyanggra (melayani) pemedek sami. 
  5. Bagaimana cara Mendapatkan BENANG TERSEBUT..?? bagi yang memiliki keikhlasan akan mepunia pasti akan datang ke Bale Dana Punia setelah ngaturang punia akan ditawarkan oleh pengayah kami jumlah benang yang diperlukan, bagi yang tidak mepunia cukup dengan datang ke Bale Dana Punia tersebut dan nunas sama Pengayah Dana Punia yang ada, dengan rendah hati pula pengayah kami akan menawarkan jumlah benang yang diperlukan, tapi perlu dimaklumi bahwa antrean untuk mendapatkan paica tersebut cukup panjang, jadi kesabaran diperlukan mengingat pengayah kami terbatas.
  6. Tunaslah pica Ida Bhatara sesuai dengan kebutuhan dan gunakan dipergelangan tangan kanan seperti umumnya.
SEMOGA PAICA IDA BHATARA INI BERMANFAAT DAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA UMAT SEDHARMA.

jika ada kata-kata yang kurang atau lebih kami mohon maaf...
kami pihak panitia berusaha memberikan ayah-ayah (pelayanan) terbaik untuk umat sedharma, tapi tentunya pelayanan kami masih jauh dari sempurna.

Om Santih Santih Santih Om

#SIEINFODOK

Jadi sudah jelas apa yang yang dipaparkan di atas oleh Panitia Ida Batara Turun Kabeh Pura Besakih 2017 melalui lama faceboknya. Untuk melihat tanggapan dari netizen silakan klik link ini untuk melihat postingannya di facebook, suksma. Om Santhi Santhi, Santhi Om.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Ini Tanggapan Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2017 Terkait Benang Sanga Datu"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih