Anak SMA Kuta Selatan Bunuh Diri Karena Bahagia?

Advertisement
Advertisement
Brosis, sejak seminggu ini mungkin saya sudah mendengar dua kasus kematian karena bunuh diri yakni dengan cara gantung diri. Kali ini ada lagi kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak kelas 3 SMA. Korban diidentifikasi atas nama Dewa Gede Nusadi Mesiana (17) ditemukan tak bernyawa di teras rumahnya di Perum Raya Kampial Blok S No.12, Kuta Selatan, Bali, Kamis (11/2/2016) siang bertepatan dengan hari Manis Galungan. Pelajar kelas 3 SMA 1 Kuta Selatan ini diketemukan tak bernyawa di teras depan kamar. Ia memilih mengakhiri hidup dengan jalan gantung diri di teras rumahnya yang sampai saat ini belum diketahui motifnya. Saat itu, kedua orangtuanya tengah pulang kampung.

Sebelum melakukan aksinya korban sempat menulis sebuah surat dalam, bahasa inggris, surat itu tertanggal 5 Februari 2016, artinya ada selang waktu yang lumayan lama yakni 6 hari antara pembuatan surat dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh korban. Entah surat itu surat untuk apa, yang jelas isinya berisi sesuatu yang bahagia dan perasaan bangga kepada kedua orang tuanya yang telah menyayangi korban selama ini. Dalam surat itu tidak ada disebutkan apa alasan korban nekad melakukan bunuh diri pada hari manis Galungan tersebut. Berikut adalah tulisan surat dalam baha inggris yang dibuat oleh korban.

Anak SMA Kuta Selatan Bunuh Diri Karena Bahagia?

Berikut adalah terjemahan surat yang dibuat korban yang saya kutip dari tribunnnews
Keluargaku tersayang,Ini sudah 18 tahun semenjak aku lahir. Aku selalu mendapatkan apapun dari kalian.Kalian memperlakukanku seperti hanyalah aku satu-satunya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh anak bodoh ini untuk membayar apa yang kalian lakukan padaku. Pengorbanan yang besar, usaha dan semuanya.
Ibuku tersayang,Kamulah yang selalu mengerti aku. Aku minta maaf untuk segala kesalahan yang ku buat. Aku minta maaf telah membuatmu khawatir. Aku secara emosional tidak bisa mengontrol diriku. Tapi kamu selalu tau. Kamu adalah ibu terkuat yang bisa mengasuh anak arogan sepertiku, walaupun aku marah padamu. Kamu adalah ibu terbaik selamanya.
Ayahku tersayang,Aku telah belajar banyak bagiku. Kamu adalah motivator dalam hidupku. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikanmu. Aku telah tumbuh dengan usahamu yang tak terkira. Banyak yang ingin aku katakan padamu, bagaimana aku ingin menunjukan rasa hormatku. Mungkin aku tidak bisa membuatmu bangga padaku. Aku mungkin tidak bisa menjadi sosok yang kamu inginkan. Tapi, asal kamu tahu, bahwa kamu adalah ayah terbaik.Ayah dan ibu terimakasih untuk semua yang kalian berikan padaku. Aku bangga aku bisa menghabiskan hidupku bersama kalian berdua, orang-orang kesayanganku.
Diketahui di mata gurunya, Nusadi dikenal sebagai anak yang pandai dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Surat yang ditulis sepenuhnya dalam bahasa Inggris tersebut ditemukan di kamar orang tua Nusadi. I Dewa Ayu Sri Armini sangat kehilangan putranya yang meninggal gantung diri di teras rumahnya sendiri. Menurut paman Nusadi, Dewa Gede Alit, ia merupakan sosok keponakan yang pendiam dan lebih suka berdiam di rumah. Menurut Bapaknya, Dewa Ketut Winanya, Saat diajak ke rumah kakeknya di Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, Nusadi menolak dan memilih diam di rumah. Kini jenazah sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Sidembunut, Bangli.

Susah memang menebak sifat anak yang pendiam, mereka lebih cenderung menyimpan sendiri segala perasaan yang dialaminya, baik yang bahagia atau pun yang menyakitkan. Belakangan ini mungkin korban punya masalah namun selalu disembunyikan dari kedua orang tuanya. Namun dari surat di atas ada satu bait kata yang menunjukkan dia dalam kondisi mungkin tertekan yakni kalimat ini "Mungkin aku tidak bisa membuatmu bangga padaku. Aku mungkin tidak bisa menjadi sosok yang kamu inginkandari sana mungkin ada sesuatu yang seharusnya bisa digali oleh kedua orang tuanya.

Pertanyaan saya, apakah surat itu sempat dibaca oleh kedua orang tuanya Nusadi? karena surat itu ditemukan di kamar orang tuanya, kemungkinan surat itu sudah sempat di baca oleh kedua orang tuanya. Kemudian bagaimana Nusadi memberikan surat itu kepada kedua orang tuanya dan kapan surat itu diberikan? Dari sana seharusnya kedua orang tuanya peka kenapa anaknya memberikan sepucuk surat, apa lagi kalau ini surat yang pertama kali diberikan oleh Nusadi. Nah sekarang semua sudah terlambat Nusadi telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya, semoga diterima disisiNYa, Amor ring Acintya dan keluarga yang ditinggalkan menjadi tabah. 
Advertisement
BERITA TERKAIT :

1 Response to "Anak SMA Kuta Selatan Bunuh Diri Karena Bahagia?"

  1. dari gaya penulisannya, emang rasanya kayak dia gak bisa kasih yg terbaik buat orangtua yg udah ngasih semuanya. jelas kayak tertekan gitu ya? apa mungkin dia mau bereinkarnasi untuk lahir kembali jadi orang yg lebih baik karena dia terlahir "kurang" dari dirinya sendiri? anyway, boleh sharing juga tulisan saya di www.junobolang.blogspot.com ? karena disitu saya sudah mati berkali - kali. cheers

    ReplyDelete

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih