Satu Kekurangan Aplikasi FastPay untuk Transaksi Perbankan
Daftar Isi
Selama 1 tahun ini saya sudah serius menjalankan usaha saya yakni Mini ATM dan PPOB dimana saya menjual produk digital seperti pulsa HP, Token Listrik, paket data Internet, Topup E-wallet dan lain-lain, termasuk bisa juga transfer dan tarik tunai.
Selama sat tahun ini saya memakai beberapa aplikasi, salah satunya adalah aplikasi FastPay, namun aplikasi ini khusus untuk cadangan dan juga hanya untuk melayani pembayaran BPJS TK PBU, karena bisa memilih jumlah bulan pembayaran mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.
Selain untuk hal itu saya tidak pernah pakai atau jarang untuk transaksi lainnya karena harganya lebih mahal dari aplikasi yang saya pakai terdahulu. Jadi Aplikasi FastPay ini saya pakai untuk cadangan saja.
Nah setelah satu tahun saya pakai aplikasi ini yang lebih fokus pada transaksi tarik tunai dan juga transfer (khusus transaksi perbankan). ada satu hal yang membuat saya kurang suka memakai aplikasi ini, apa sajakah itu, silakan simak di bawah ini.
- Pertama admin untuk tarik tunai, semuanya harus terpotong di rekening nasabah, baik admin aplikasi maupun admin loket harus dipotong di rekening nasabah karena sudah disetting seperti itu. Kadang untuk admin loket itu harusnya bisa dibuat seflesibel mungkin karena kadang nasabah tidak mau potong admin loket di dalam maunya diluar. Meski bisa diakali dengan memotong jumlah nominal tarik tunai dengan jumlah admin loket, sehingga bisa menjadi admin luar. Sebagai contoh. Misalnya ada orang tarik tunai dengan kartu sejumlah Rp5.000.000 dan minta admin loket di bayar di luar misalnya admin loket Rp10.000. Seharusnya jika ada transaksi maka saldo nasabah akan terpotong Rp5.010.000 dan juga admin aplikasi sebesar Rp6.500 yang terpotong terpisah. Jadi saat memasukkan nominal tarik tunai supaya bisa admin loket dibayar diluar adalah Rp4.990.000, nanti saldo ATM nasabah akan terpotong Rp5.000.000 saja.
- Kedua untuk transfer juga sama, kita harus setting admin loket sebelum transaksi dimulai. dan admin tarik tunai itu Minimal Rp6.500. Jadi kita tidak bisa membuat admin di bawah itu, misalnya admin loket Rp5.000 karena tarik tunai nominalnya kecil. Misalnya tarik tunai Rp1.000.000. admin loket itu minimal Rp6.500 begitu juga ketika tarik tunai cuma Rp100.000 admin loketnya juga minimal Rp6.500.
- Entah kenapa Admin untuk transfer ke BRI itu paling mahal, misalnya admin loket kita untuk tarik tunai itu sebesar Rp7.000 maka pihak aplikasi mengambil Rp4.000 dan kita cuma dapat Rp3.000 saja. Padahal transaksi transfer ke BRI paling sering dilakukan.
Jadi satu hal yang menjadi sangat kurang menurut saya adalah fleksibilitas dalam mengatur admin loket yang tidak kita miliki sepenuhnya harusnya bisa ditentukan oleh konsumen.
Bagi kamu yang mau gabung dengan fastpay, bisa daftar via link ini untuk unduh aplikasinya
Usaha digital nggak akan habis kemakan tren.
Mulai aja dulu dengan download aplikasi Fastpay di Play Store dan langsung dapatkan diskon Rp50.000.
👉 Link pendaftaran di sini : https://fastpayindonesia.id/ajakbisnis/Y9Qt
Mau mulai usaha digital tapi pengen lebih hemat? 👀
📌 Daftar Fastpay
🎟️ Gunakan kode voucher “TRUSNADI” saat pilih paket
💸 Dapat diskon Rp50.000 Mulai sekarang, jangan nunggu nanti 🚀
Posting Komentar