Cerita Awal Menjual Pulsa di Toko Sutarjana
Daftar Isi
Awalnya toko sutarjana hanya menjual kebutuhan pokok, jual snack, kopi seduh dan juga keperluan petani seperti obat-obatan dan lain-lain karna pada tahun itu iut yang paling banyak di cari orang.
Sebelum lanjut saya akan bercerita dulu kisah saya sebelum menjual pulsa di Toko Sutarjana. Dulu saya bekerja di Ubud namun tinggal di Batubulan dan bergaulnya lebih sering ke daerah Penatih, tepatnya banjar Semaga sekitar tahun 2007-2011.
Nah disana ada teman saya yang menjual pulsa, nah suatu hari, kebetulan saya akan lewat sana ke gatsu, saya disuruh topup atau membelikan saldo pulsa di sebuah ruko yang ada di gatsu Timur, namanya Wankom Bali (www.wankombali.com namun saat ini domain ini sudah expired), nah disanalah saya membelikan / topup Pulsa untuk teman saya.
Nah kebetulan saya tahu tempat beli pulsa untuk dijual lagi, maka saya daftarlah disana supaya bisa menjual pulsa. Waktu itu saya cuma jual ke teman atau keperluan sendiri saja karna memang tidak punya tempat jualan.
Nah kebetulan dirumah ada warung yang lumayan ramai dan saat itu juga sudah banyak orang yang punya HP, maka saya berinisiatif untuk menitip HP pulsa di warung, kebetulan ada adik saya juga yang jaga warung, saya pikir diaa akan cepat bisa untuk menjual pulsa.
Akhirnya saya pun nitip HP jadul, berisi saldo kira-kira 200-300 ribu, untuk coba-coba dan modalnya saya juga yang ngasi, jadi adik saya yang bantu jual dan bapak saya waktu itu masih belum mau karna masih gaptek, katanya gak bisa jual pulsa karna ribet.
Waktu itu jual pulsa memang agak ribet karena jual pulsa harus kirim SMS ke server, misalnya contoh formatnya seperti ini s10.081338328205.masukkan pin, kurang lebih seperti itu. Jadio bapak saya takut nanti salah kirim.
Waktu saya sudah membuat nama untuk konter saya yakni Bakri Cell, bakri cell itu singkatan dari nama adik saya dan nama saya sendiri. Seiring waktu ternyanta banyak yang sudah tahu bahwa warung Bapak saya sudah jual pulsa.
Akhirnya bapak saya mulai belajar untuk menjual pulsa, dan lama-lama akhirnya bisa menjual pulsa, semakin lama semakin banyak yang beli pulsa di warung, waktu masih jual pulsa saja, tidak ada jual paket data, token listrik apa lagi uang digital, masih belum ada.
Nah karna banyak yang pakai no XL, akhirnya saya juga nambah beli kartu XL sebagai Dompul atau dompet pulsa khusu untuk menjual pulsa XL karna modalnya lebih murah dari pada penyedia pulsa umum lainnya. Dulu tidak kenal yang namanya PPOB.
Lama-lama saya merasa kualahan mengatasi topup isi ulang saldo, karna saya sedang bekerja jadi tidak bisa mampir ke Ruko itu untuk topup. Nah kebetulan waktu itu ada juga provider pulsa, jadi bapak saya pakai itu untuk lebih cepat dalam mengisi saldo dan juga dompul XL masih jalan.
Tahun-berganti tahun, akhinya zaman sudah semakin canggih, kita jual pulsa bisa melalui aplikasi WA dan juga Telegram, waktu itu masih belum ada aplikasi PPOB, namun sudah tidak kena potongan pulsa untuk kirim SMS cukup dengan internet via WA atau Telegram. Saya lupa tahunnya perubahan ini. Saat itu juga cuma masih jual pulsa saja.
Selanjutnya entah tahun berapa, saya lupa, sudah mulai ada aplikasi PPOB, waktu itu provider lokal sudah punya aplikasi PPOB, jadi jual pulsa sudah poakai smartphone dan pakai aplikasi PPOB. Sudah mulai bisa jual paket data dan juga Token Listrik. Namun waktu itu masih belum pakai printer, jika beli token listrik tokennya ditulis manual atau kirim via WA bagi yang punya WA.
Selama itu penjulan masih seperti itu, dan kahirnya munculah Covid19 diakhir tahun 2019, dan saya termasuk orang yang kena dampak dari Covid ini, dan saya harus pulang kampurng pada bulan Juni 2020.
Akhirnya saya mulai bantu-bantu di warung untuk berjualan, nah saya pun berfikir, gimana caranya supaya bisa menjual pulsa dan lainnya dalam satu aplikasi saja supaya tidak ribet memakai 2 aplikasi, waktu itu masih pakai PPOB dan juga aplikasi Dompul.
Setahun Covid berlalu, dan masih terasa efeknya, toko kami kena musibah, toko kami kemalingan dan mengalami kerugian mencapai 10 juta lebih. Termasuk HP untuk menjual pulsa digondol maling padahal disana ada nomor Dompul dan juga nomor untuk menjual pulsa.
Setelah itu kami mulai menata lagi, singkat cerita, saya mulai mencari aplikasi PPOB di playstore yang bisa melayani banyak kebutuhan orang-orang, bukan hanya jual pulsa saja, tetapi juga bisa melayani pembayaran tagihan listrik, BPJS dan lain-lain.
Saya mulai berhenti memakai aplikasi lokal yang ada dikampung karna fiturnya terbatas, akhirnya saya mencoba beberapa aplikasi PPOB, namun selama itu juga ada fitur yang menurut saya kurang. Akhinya saya ketemu dengan aplikasi PPOB Orderkuota dan saya rasa aplikasi ini lengkap.
Selanjutnya saya mulai memakai aplikasi itu untuk berjualan pulsa dan juga mulai bisa melayani pembayran tagihan. Nah karena satu aplikasi tidak cukup untuk bisa melayani semuanya, salah satunya fitur kirim uang, maka saya mulai pakai aplikasi Mitra Shopee dan mulai bisa kirim uang dan juga mulai membeli printer untuk cetak Struk.
Nah pada tahun 2025 saya putuskan untuk membuka loket sendiri supaya bisa fokus melayani segalanya dengan aplikasi PPOB, dan menambah layanan baru yakni trnasfer dan tarik tunai, selanjutnya saya menambah mesin EDC saku bagi mereka yang mau tarik tunai memakai kartu ATM.
Nah seperti itul;ah cerita singkat saya kenapa bisa berjualan Pulsa di warung pada tahun 2010 dan sampai sekarang masih terus berjualan dan sudah terpisah dengan warung dan sekarang berdiri sendiri menjadi Trusnadi Cell, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Posting Komentar