Megaburan Nangkil Ke Kawitan Pusat Dalem Tarukan di Pulasari
Akriko.com - Halo Brosis, jumpa lagi dengan saya, kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya tangkil ke kawitan Pusat Dalem Tarukan di Pulasari.
Saya Tangkil pada hari Jumat, 6 Maret 2026, bersama istri dan anak umur 4 tahun, berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 Wita, perjalan yang lancar dan cuaca cerah, sampai disana sekitar pukul 10.00 wita.
Setelah selesai ganti baju di parkir, kami pun langsung menuju ke areal madya mandala (wantilan) dan tidak lupa mengambil kartu antrean yang di bawa oleh pecalah di paling depan.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran yang pegang kartu merah yang bisa masuk menuju utama mandala (jeroan). Seperti biasa, meski sudah pada bawa kartu namun tetap saja masuknya berdesakan.
Setelah masuk ke utama mandala (jeroan), ternyata tempat sudah penuh, tidak emndapat tempat duduk yang nyaman, akhirnya saya putuskan untuk duduk di suatu tempat dibelakang pelinggih bersma anak dan istri saya.
Kebetulan saat itu sedang ada katur bakti penganyar, saya tidak tahu itu bakti penganyar dari mana. Saya kira selesai katur bakti penganyar baru akan muspa. Namun saat berlangsung bakti pengnyar ternyata sudah mulai muspa.
Pemangku pengenter dan pemangku pemandu bebicara, pertama tentang muspa dan yang kedua tentang katur bakti penganyar padahal muspa sedang berlangsung. Selain itu Jero dalang juga sedang melelmapahan, jadi suasana muspa sungguh tidak nyaman dan tidak kusuk karena diganggu oleh suara dalang dan juga suara pemangku yang mengemban katur bakti penganyar.
Dari pengalaman yang saya rasakan pada saat itu, muncul pertanyaan.
- Kenapa dijeroan bisa kekuranbgan tempat, padahal sudah memakai kartu, harusnya kartu yang beredar sesuai warna pasti sudah sesuai dengan jumlah kapasitas di Jeroan. Tapi kenapa pada saat itu di jeroan sampai lebih/penuh. Apa ada yang masuk ke jeroan tidak memakai kartu sesuai warna, atau tidak emmbawa kartu tapi bisa masuk ke jeroan?
- Kenapa katur bakti penganyar masih berjalan, muspa sudah harus dimulai, itu sangat mengganguu bagi yang muspa. Saya kira muspa akan dimulai setelah selesai katur bakti penganyar.
- Satu lagi, kenapa jalan menuju wantilan dari pemedal itu harus ditutup, sehingga harus memutar untuk ke wantlan dan juga untuk keluar dari wantilan (bale santi dan juga bale punia).
Posting Komentar