Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kembali Bersama Keluarga

Akriko.com - Halo Brosis jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang Keluarga, namun bukan silsilah keluarga apa lagi masalah keluarga, sesuatu yang pantang untuk diceritakan di sosial media. 😁 Namanya juga masalah keluarga atau rumah tangga, cukup anggota keluarga yang tahu dan diselesaikan dengan keluarga.

Kembali Bersama Keluarga
Tampak rumah dikampung dari sisi Timur

Kali ini ceritanya masih ada kaitan dengan pandemi Corona yang sudah berlangsung hampir setahun dan belum ada tanda-tanda kapan Pandemi Corona ini akan berakhir dan kita bisa beraktivitas normal tanpa ada batasan yang terlalu banyak aturan.

Kita semua tahu akibat dari wabah virus Corona ini banyak orang kehilangan pekerjaan salah satu contoh yang paling parah adalah bagi mereka yang bekerja di bidang pariwisata yang  ada di Bali, hampir semua sektor pariwisata lumpuh, banyak karyawan yang dirumahkan dan bahkan di PHK karena perusahaan tempat bekerja sudah tidak beroperasi lagi.

Seperti diketahui selama ini Bali hidup karena pariwisata, banyak tamu yang datang ke Bali baik domestik maupun mancanegara yang bisa membangkitkan perekonomian Bali dan juga para pelaku usaha di bidang pariwisata.

Namun semenjak Corona menyerang pariwisata Bali lumpuh dan saya pun menjadi salah korban dari pandemi Corona ini. Dulu istri kerja di sebuah hotel di kawasan Seminyak dan saya kerja sebagai driver ojol. Sampai bulan Mei 2020 masih kerja normal namun tamu sudah semakin sedikit.

Mulai bulan Juni istri kerja cuma seminggu sekali dan saya juga sebagai driver ojol karena ada pandemi ini saya memutuskan untuk tidak online lagi mengikuti himbauan pemerintah untuk tinggal dirumah saja. Oleh sebab itu kami putuskan untuk tinggal dikampung saja, rumah kost beserta isinya kami tinggal, supaya ada tempat untuk tidur saat istri kerja nanti.

Nah setelah itu sampai bulan juli 2020 ada informasi dari tempat kerja istri kalau untuk sementara waktu sebagian besar karyawan dirumahkan dan tidak mendapat gaji dan istri saya jadi bagian yang dirumahkan. Oleh sebab itu kami putuskan untuk mengangkut semua barang kami untuk di bawa pulang kampung.

Nah semenjak bulan Juli 2020, kami memutuskan untuk tinggal di kampung saja bersama keluarga. Sebelum pulang kami juga sudah meminta pertimbangan dan izin dari orang tua, dan mereka juga setuju, untuk sementara tinggal dikampung dulu sampai kondisi membaik dan pariwisata normal kembali.

Situasi ini tentu membuat kami menjadi kehilangan penghasilan. Selain itu mental kami diuji untuk bisa melewati situasi ini. Mungkin saja orang bisa frustasi ketika menghadapi situasi ini apa lagi harus menghidupi keluarga seperti anak, istri dan bahkan orang tua sedangkan penghasilan sudah tidak ada untuk menghidupi mereka. Dalam situasi seperti ini jika tidak bisa membawa pikiran maka bisa mengalami gangguan mental / pikiran atau bisa dibilang sakit.

Nah jika mental sudah terganggu maka sudah tidak bisa berfikir sehat, oleh sebab itu keluarga tentu harus mencarikan solusi jika tahu anggota keluarganya mengalami tekanan mental karena efek dari pandemi corona ini. Salah satunya misalnya dengan mencari atau membaca artikel secara online tentang cara mengatasi tekanan mental, salah satu contohnya bisa kamu cari di halodoc.com, selain ada artikel tentang kesehatan disana juga kamu bisa konsultasi langsung dengan dokter secara online karena halodoc.com adalah media online dan kamu juga bisa unduh aplikasinya untuk dipasang di HP kamu.

Namun bukanya saya tipe orang yang tidak kreatif dan memutuskan untuk pulkam. Dari segi ekonomi saya masih bisa bertahan karena belum banyak pengeluaran, kami masih hidup berdua saja karena setelah 5 tahun menikah belum dikarunia buah hati 😁. Dikampung Bapak saya punya toko dan dia juga bilang kadang sudah kewalahan untuk mengelola toko karena sudah tua dan juga banyak pelanggan. 

Jadi selama tinggal dikampung saya dan istri saya membantu jaga toko dan jadi pelayan toko. Sekedar untuk gak canggung untuk minta makan dari orang tua 😁. Sampai sekarang juga saya dan istri masih tetap ikut jaga toko dari pagi sampai malam.

Sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda kondisi pariwisata akan kembali pulih, di Bali terutama kawasan pariwisata seperti Kuta, Ubud, Sanur, Nusadua dan-lain masih sepi, belum ada tamu bule yang datang sehingga diperkirakan Pariwisata Bali belum bisa kembali normal dalam waktu dekat.

Nah mungkin ini salah satu hikmah dari pandemi Corona ini, kita bisa berkumpul bersama keluarga tercinta dirumah dan dapat merasakan kebersamaan lagi setelah sekian lama terpisah karena berada dirantau. Nah selain itu apapun keadaanya tentu yang kita hubungi adalah keluarga karena keluargalah yang utama yang akan selalu ada untuk kita dalam suka dan duka.
Kriana
Kriana Saya hanya orang yang menyempatkan diri untuk menulis tentang apa saja ketika saya sempat menulis, untuk diri sendiri maupun informasi untuk orang lain

Posting Komentar untuk "Kembali Bersama Keluarga"