Akibat Pandemi Virus Corona, Bali Nyepi Dua Kali

Mungkin sudah banyak yang tidak sabar untuk bisa keluar setelah selama sehari menjalankan Brata Penyepain saat hari raya Nyepi tanggal 25 Maret 2020, namun semua itu harus pupus karena saat ngembak geni (sehari setelah Nyepi) penduduk Bali harus masih berada di rumah dan tidak boleh kemana-mana.

Hal ini dimuat dalam surat edaran Gubernur Bali tentang larangan saat ngembak geni pada tanggal 26 Maret 2020 untuk keluar rumah, Gubernur Bali menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali untuk tidak keluar rumah pada saat Ngembak Gni ini. Hal ini berkaitan dengan sedang merebak pandemi Virus Corona yang penderitanya terus bertambah di Indonesia.

Seperti yang saya alami pagi tadi, saya bermaksud untuk keluar membeli makanan untuk sarapan pagi, namun sampai di depan gang saya di setop oleh Pecalang dan memberitahu saya kalau tidak boleh keluar bawa motor dan kalau mau keluar sebaiknya jalan kaki saja. Setelah mendapat izin, saya pun melanjutkan perjalanan dengan maksud menuju mini market langganan saya belanja.

Namun sebelum sampai di tujuan, saya dicegat lagi oleh seorang pecalang dan kali ini jalan di tutup dengan bambu, dan akhirnya saya pun balik arah dan kembali ke kost karena sudah tidak bisa lewat, mau jalan kaki juga percuma karena saya lihat tidak ada warung yang buka pagi itu.


Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan sarapan dengan apa yang ada di kost, untung masih punya stok telor dan daging untuk di masak hari ini, dengan demikian saya masih bisa makan dengan lauk, kalau tidak mungkin saya cuma makan nasi sama garam saja. 😆

Kalau masalah untuk tidak keluar rumah sih saya masih bisa dan sudah beberapa hari ini saya selalu dirumah dan tidak kemana-mana dan biasanya saya ngebid (menjadi driver ojol) namun karena himbauan pemerintah dan juga karena order sepi, jadi saya memilih untuk tinggal dirumah saja.

Nah masalahnya adalah saat himbauan untuk tidak keluar rumah pada saat ngembak geni itu tidak disebutkan bahwa jalan akan ditutup dan tidak bisa lewat dan juga warung tidak ada yang buka, saya kira hanya tidak boleh keluar rumah saja dan jalan tidak ditutup.

Bahkan ada yang lebih parah lagi, tanpa tahu berita ada yang dari Singaraja mau ke Denpasar dan sampai di Bedugul malah di suruh balik lagi ke Singaraja karena memang tidak diizinkan untuk melewati daerah Bedugul saat ngembak geni.

Ada juga kejadian di Gianyar, salah seorang karyawan swasta yang akan berangkat kerja dipagi hari tepatnya mau ke Legian, namun tidak diizinkan lewat oleh Polwan yang bertugas di pagi itu, Ibu Polwan itu memberikan pernyataan kalau tidak ada orang yang boleh meninggalkan atau pun masuk ke Gianyar pada Ngembak Geni, dan akhirnya Pria itu pun tidak bisa bekerja karena harus balik lagi ke rumahnya.

Namun ada juga yang pada saat Nyepi kerja dan pagi tadi harus pulang ke rumahnya di Denpasar ternyata masih diizinkan untuk lewat oleh petugas yang jaga, mungkin masih dimaklumi karena habis bekerja saat nyepi maka dikasih lewat untuk pulang kerumah.

Selain itu saya juga sempat melihat driver ojol yang berseliweran di jalan lewat postingan yang ada di facebook. Dimedia sosial banyak sekali terlihat postingan tentang jalan yang ditutup pada hari Ngembak Geni ini. Intinya hari ini Bali sedang Lockdown.

Tempat yang biasanya rame hiruk pikuknya juga menjadi sepi, salah satunya adalah pusat keramaian jual beli yang ada di kawasan pasar Badung juga terlihat sangat sepi karena semua toko masih tutup dan tidak ada satu pun orang yang lewat. Dan masih banyak lagi tempat keramaian yang menjadi sepi pada saat ngembak geni ini.


Saya sendiri mendukung gerakan ini untuk menghentikan atau memutus penyebaran virus Corona / Covid-19 ini, namun pemberitahuan untuk tetap dirumah itu harus jelas supaya ada persiapan, terutama untuk kebutuhan makan, supaya tidak kelaparan saat berada di rumah saja. Dan satu pertanyaanya lagi, sampai kapan? kalau besok masih tidak boleh keluar, maka stok makanan saya sudah habis.

Baiklah mungkin hanya itu keluh kesah saya, mari kita dukung pemerintah untuk bisa mengatasi pandemi Corona ini, semoga Corona ini cepat berlalu dan kita bisa melakukan kegiatan secara normal lagi.

Belum ada Komentar untuk "Akibat Pandemi Virus Corona, Bali Nyepi Dua Kali"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel