The Vario Made Story

Advertisement
Advertisement
Halo semuanya, sebelumnya perkenalkan nama saya Made saya dari Bali, kali ini saya mau ikut sedikit bercerita tentang sepeda motor kesayangan saya. Setelah menabung beberapa tahun, akhirnya saya bisa membeli motor yang kedua, setelah itu motor saya yang pertama saya berikan kepada adik saya. Saat itu saya sudah bekerja di perusahaan swasta dan masih single jadi bisa lebih banyak menabung untuk memenuhi keinginan untuk membeli motor baru lagi.


Tepat tanggal 17 Maret 2018 saya putuskan untuk membeli motor Vario 125 FI, rasanya senang sekali bisa memiliki motor baru walaupun saat itu saya masih jomblo. Namun alasan saya membeli motor baru bukan karena jomblo atau ingin cari pacar dengan motor baru. Semua itu karena saya ingin punya motor baru dengan hasil kerja saya sendiri dan ingin membuktikan kalau jomblo itu juga bisa menabung dan gaji bukan hanya untuk foya-foya.

Selama memakai motor itu jarang sekali saya menemui masalah. Pernah sekali saya berangkat kerja, dalam perjalanan tiba-tiba ban belakang bocor karena tertusuk besi paku, dan seketika motor oleng, untung saya tidak jatuh. Setelah itu saya langsung menepi dan mengecek ban motor, ternyata anginnya sudah habis. Masih beruntung saat itu ternyata ada bengkel kurang lebih lagi 20 m dari tempat kejadian. Akhirnya saya bawa motor kesana, kebetulan bengkel masih sepi akhirnya motor saya bisa langsung dikerjakan. Singkat cerita karena bocornya sudah lebar maka tidak bisa ditembel atau press maka harus ganti ban baru.

Setelah itu saya lanjutkan perjalanan menuju tempat kerja, karena berangkat lebih awal, jadi sampai di kantor agak tepat waktu dari biasanya. Kalau biasanya saya sampai di kantor 20 menit lebih awal, pada hari itu saya datang hampir on time dan langsung absen.

Selain saya pakai kerja, motor ini juga saya pakai untuk pulang kampung, setiap 2 minggu atau sebulan sekali dengan menempuh jarak kurang lebih 80 km. Kadang saat pulang kampung sering di tanya, "gak ngajak boncengan?" (baca pacar) maklum waktu itu masih jomblo kualitas tinggi. Saya pun selalu jawab dengan senyuman hehe.

Singkat cerita, setelah lama saya bekerja dengan motor itu akhirnya saya harus berhenti bekerja dari perusahaan tempat saya bekerja tersebut tepatnya pada bulan Agustus 2015. Saya memutuskan untuk tidak bekerja di perusahaan saya memilih bekerja serabutan. Setelah berhenti bekerja tersebut, dari sinilah mulai cerita saya dengan motor Vario 125 FI tersebut.

Setelah itu saya mulai suka single touring dengan motor itu, mungkin jaraknya tidak jauh-jauh, masih sekitar Bali, sejak itu sudah ada beberapa tempat wisata yang tidak umum di Bali yang sudah saya kunjungi, saya kalau touring itu selalu sendirian, oleh sebab itu kadang susah untuk membuat foto bersama dengan motor.

Tempat yang sudah pernah saya kunjungi ada beberapa seperti Krisna Adventure, Bukit Batu Kursi, Rumah Pohon Karang Asem, Air Terjun Banyumala, Air Terjun Jembong, Air Terjun Kuning, Air Terjun Tukad Cepung, Air Terjun Kanto lampo, Air Terjun Pengempu, Air Terjun Les, Air Terjun Blangsinga Gianyar, Air Terjun Tinggarsari, Ajungan di Antugan, Munduk Asri Payangan, Taman Ujung Karang Asem, Taman Sukasada Karangasem, Amed Karangasem, Pantai Pandawa, Pantai Melasti, Tanah Lot, dan lain-lain.

Hampir setahun saya suka touring sendiri dan tidak pernah mengajak siapa-siapa cuma bersama Vario tersebut. Intinya motor itu sudah kayak pacar selama saya jomblo dan jalan-jalan sama motor tersebut. Mungkin kalau bisa diajak tidur mungkin tiap malam akan saya ajak tidur di ranjang hehe. Singkat cerita setelah itu pada tahun 2016 akhirnya saya punya pacar dan pacaran cuma 2 bulan langsung menikah pada bulan Agustus 2016. Setelah itu saya jarang sekali bisa touring lagi, karena saya sudah mulai kerja kantoran lagi. Namun setelah beberapa bulan bekerja masih dengan motor yang sama akhirnya saya berhenti bekerja.

Setelah menikah, akhirnya Vario punya pengisi jok belakang yang biasanya selalu kosong kalau kemana-mana. Sempat punya masalah dengan Vario ini saat bonceng istri mau main ke rumah paman istri. Tiba-tiba motor tidak mau narik padahal sudah di gas dan mesin juga masih hidup. Untung saat itu motornya bermasalah dekat dengan diler resmi, akhirnya motor di rujuk ke sana, setelah dicek ternyata timing beltnya sudah hancur dan berimbas pada komponen lainnya. Namun saya tidak memaki motor itu karena itu kesalahan saya yang lupa ganti timing belt setelah lewat dari 25.000 km jarak tempuhnya. Akhirnya harus keluar dana Rp 500.000 untuk memperbaiki masalah itu.

Mulai pusing lagi masak istri kerja saya gak kerja, akhirnya saya putuskan untuk bekerja serabutan lagi, pernah bikin baju tapi gak laku dan masih banyak lagi. Supaya punya pekerjaan tetap namun dengan jam kerja yang fleksibel, akhirnya saya  putuskan untuk bekerja sebagai driver ojek online dengan memakai motor vario tersebut sampai sekarang, selama itu hampir tidak ada masalah yang berarti.


Sempat beberapa kali ingin ganti lagi dengan motor baru, namun saya selalu tidak rela untuk menjual motor tersebut karena terlalu banyak kenangan dengan motor tersebut. Sampai saat ini motor Vario Techno 125 FI tersebut masih setia menemani saya sebagai driver Ojek Online. Nah  mungkin itulah cerita singkat tentang sepeda motor kesayangan saya, mungkin ceritanya tidak mengahru biru, namun bagi saya keberadaan Vario tersebut sangat berarti. Terimakasih. 
#CeritaMotorGue
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "The Vario Made Story"

Posting Komentar

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih