Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Seharusnya Penjor Galungan

Penjor merupakan salah satu sarana yang ada pada saat merayakan hari Galungan, karena penjor merupakan simbol dari rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi atas anugerahnya selama ini. Selama ini kita sering menjumpai penjor Galungan dengan berbagai perhiasan yang terbuat dari daun lontar yang sudah kering dan juga ada beberapa aksesoris lainnya.

Begini Seharusnya Penjor Galungan

Kebanyakan masyarakat Bali saat ini memilih bahan penjor yang sudah jadi atau tinggal membeli di pasar seperti bambu yang sudah tidak ada daunnya dan juga aksesoris lainnya yang tinggal pasang saja. Dalam hal itu mungkin ada beberapa bagian penjor yang harus ada malah tidak ada di penjor Galungan.

Pada kenyataannya penjor Galungan itu harus memiliki beberapa bagian yang harus ada ketika kita membuat penjor untuk dipakai pada saat hari raya Galungan. Nah apa saja isi penjor upacara yang harus ada pada penjor tersebut? silakan perhatikan gambar di bawah ini.

Begini Seharusnya Penjor Galungan

Seperti yang terlihat pada gambar penjor di atas, ada beberapa bagian dan berisi nomor, nah berikut ini akan saya jelaskan nomor yang ada pada gambar penjor di atas.
  1. Paling bawah adalah ruas bambu yang merupakan undagan kehidupan.
  2. Pala gantung seperti buah kepala dan buah pisang.
  3. Sanggah tempat banten lengkap dengan sesajen yang merupakan lambang naga Basuki dan juga lamak merupakan lambang bumi.
  4. Plawa atau daun-daunan seperti puring dan lain-lain.
  5. Menur dari ambu atau busung atau ron.
  6. Kolong-kolong atau rantai yang melambangkan hubungan manusia dengan alam.
  7. Pala bungkah atau umbi-umbian seperti ketela, ubi, keladi dan lain-lain
  8. Pala wija yang merupakan biji-bijian seperti jagung atau padi.
  9. Pala gantung atau buah-buahan seperti mangga, rambutan dan lain-lain 
  10. Lima bagian yang ada di atas atau Panca Srada yang terdiri dari beberapa bagian yakni: 10a. Kober = Brahman, 10b. Tamiang = Atman. 10c. Jaja Begina = Karma Pala. 10d. Ubag-abig = Punarbawa, Pradana-purusa, Dewa-dewi, Daiwi sampat dan Asuri sampat. 10e. Kober kuning = Moksa
  11. Sampian / capah lengkap dengan porosan sama dengan teguran atau simbol mawas diri dan rendah hati.
Nah itulah beberapa hal yang harus ada pada setiap penjor upacara atau penjor Galungan, semoga ke depannya tidak ada lagi penjor yang dibuat karena gengsi namun melupakan semua hal yang harus ada pada penjor itu sendiri. Semoga bermanfaat.
Kriana
Kriana Saya hanya orang yang menyempatkan diri untuk menulis tentang apa saja ketika saya sempat menulis, untuk diri sendiri maupun informasi untuk orang lain

Posting Komentar untuk "Begini Seharusnya Penjor Galungan"