Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Pernah Mengumbar Kejelekan Diri Sendiri di Socmed

Memulai dari membaca di Blog atau mengikuti sebuah twitter, dari sana saya mendapatkan banyak informasi baik mengenai adat budaya maupun kehidupan sosial suatu masyarakat. Dari beberapa yang telah saya baca dan  saya amati saya sangat tertarik dan merasa aneh ketika ada postingan di twitter yang mengumbar masalah kelemahan diri sendiri entah apa maksud dan tujuannya saya sendiri tidak tahu yang jelas yang mentwit dan me retwit adalah orang yang memiliki semua itu.

Pernah saya membaca twit yang sering sekali memancing supaya follower terpancing untuk mentwit apa yang di harapkan oleh admin, dan semua itu pun berhasil, begitu banyak twit yang menurut saya tidak penting untuk di publikasikan, karena cuma menyebutkan saja di twit dan cuma bisa menilai sesuatu dari sisi buruknya saja tanpa berusaha untuk mengurangi dan berusaha untuk memperbaikinya. contoh: "tidak suka melihat saudara senang atau sukses pasti iri" "jual tanah untuk beli bakso" "wanen ajak nyame tapi takut jak nak len" itu beberapa contoh yang masih saya ingat.

Sebenarnya apa  tujuan mengumbar semua itu, semua itu hanya akan menjadi boomerang dan senjata bagi orang lain yang berusaha menghancurkan Bali karna sudah tahu kelemahan orang Bali, tapi apa mungkin kalau sudah tahu kejelekan maka akan berusaha untuk memperbaikinya? mungin hanya sekedar sedikit keluhan dan saran dari saya untuk besok besok janganlah memancing twit seperti itu dan carilah twit interaktif yang lain yang lebih membangun. 


Mengapa saya mengkritik hal seperti ini, karna saya cinta tanah kelahiran saya sendiri, saya tidak mau tanah kelahiran saya hancur karna menyebutkan hal hal yang tidak penting seperti itu, alangkah baiknya memulai mengurangi kejelekan-kejelekan seperti itu dan berusaha untuk tidak mengumbarnya di socmed, cukup kita sendiri yang tahu dan jangan bangga dengan kejelekan.

Posting Komentar untuk "Jangan Pernah Mengumbar Kejelekan Diri Sendiri di Socmed"