Apa itu Stalking?

Advertisement
Advertisement
Selama ini mungkin ada beberapa orang yang sudah kenal denga  kata Stalking tersebut dan mungkin juga sudah tahu artinya. Stalking itu adalah bahasa inggris termasuk kata kerja yang artinya menguntit. Stalking disini ada kaitannya dengan media sosial, bagi pengguna Twitter mungkin sudah tidak asing dengan istilah Stalking ini.

Stalking itu semacam menguntit, memantau, atau mematai-matai akun orang lain tanpa sepengetahuan pemilik akun. Bahkan bukan di Twitter saja, bisa saja menguntit semua akun media sosial yang kamu punya seperti Facebook, Path, Instagram dan lain-lain.

Sedangkan orang yang melakukan Stalking disebut stalker  berarti orang yang ingin tahu tentang kehidupan kamu di media sosial dengan cara menguntit, memantau atau mematai-matai akunnya sampai nekat melihat seluruh timeline di profilnya demi mencari informasi tentang orang itu.

Sifat seorang Stalker biasanya susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah, karena dalam hatinya hanya berisi kata jangan sampai dia lebih baik dari saya entah itu dibidang apa, karena jika sudah berani menguntit kehidupan orang lain maka sudah pasti Stalker itu merasa hidupnya tidak lebih baik dari orang yang dimata-matainya.

Stalker ini punya banyak cara untuk menguntit, meski semua akun media sosialnya sudah diblokir tetapi dia selalu punya cara untuk menguntit misalnya dengan memakai akun media sosial temannya atau orang lain dan bisa juga membuat akun palsu dengan profil yang berbeda.

Cara menghindar dari stalker ini sebenarnya sangat mudah, lakukan pengaturan privasi pada semua akun personal media sosial yang kamu punya jika kamu merasa ada yang mengintai. Pilih-pilih berteman di media sosial, jika ada permintaan pertemanan atau minta difollow dari akun baru kalau kamu tidak kenal lebih baik abaikan saja atau tolak saja.

Selama ini ada orang yang Stalking ke saya, entah apa tujuannya, sudah beberapa kali dia mendoakan saya yang bukan-bukan, tetapi saya diamkan saja karena menurut saya orang yang stalking ke saya itu adalah orang gila, percuma juga meladeni orang gila toh dia juga tidak sadar. Lebih baik saya tetap menjalani hidup dengan tenang dan santai tanpa merugikan siapapun.

Semenjak saya sadar ada yang stalking ke akun saya, sejak saat itu saya jarang update status di media sosial. Mungkin hanya tulisan blog yang saya posting ke media sosial yang saya punya seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Saya takut posting sesuatu yang buruk tentang diri saya di sosmed jika dia melihat dia pasti akan senang. Saya juga jarang posting sesuatu yang bahagia di sosmed, takut yang stalking nanti melihat dan membaca dia jadi tambah sakit hati dan saya tidak ingin dia jadi tambah sakit hati karena membaca status atau postingan pribadi saya di sosmed.

Selama ini jika saya ingin memposting sesuatu yang baik di Facebook maka pengaturan privasinya selalu pribadi artinya portingan itu tidak bisa dilihat oleh siapapun kecuali saya yang punya akun. Tujuannya seperti yang saya tulis di atas, supaya yang stalking ke saya tidak tambah sakit hati.

Biasanya yang menjadi korban stalking adalah mantan, gebetan dan pacar. Menguntit mantan bisa jadi untuk mengetahui kehidupannya setelah putus, apakah dia bahagia atau sengsara atau masih galau setelah putus dan berharap balikan bagi yang gak bisa move on. Menguntit gebetan ini bisa dibilang wajar asal tidak berlebihan selama PDKT atau pendekatan hal ini dianggap sah untuk makin kenal dengan Gebetan. Menguntit pacar hal ini kadang berlebihan karena kenapa harus memata-matai pacar seharusnya kamu percaya dengan pacar kamu. Kadang hal ini dilakukan ketika sedang berantem ama pacar, mungkin malu atau gengsi kalau harus terang-terangan nanya ke pacar tentang keadaanya saat ini, kan statusnya lagi gak ngomong.

Oke sudah lumayan panjang pembahasan tentang stalking atau stalker ini, kesimpulannya adalah kalau kamu tidak merasa terganggu dengan semua itu lebih baik diam saja, percuma meladeni orang gila karena itu buang-buang energi, biarlah yang masih normal yang mengalah, nanti juga dia akan bosan sediri karena tidak ada balasan. Stalker biasanya akan lebih sakit hati jika didiamkan, jika diladeni maka dia akan semakin senang dan akan terus mengganggu. Jika keponya sudah sangat keterlaluan maka lapor Polisi saja dengan segala bukti yang ada dengan tuduhan mengganggu kenyamanan orang lain dan mengancam kehidupan orang lain.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Apa itu Stalking?"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih