Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Samsat Lima Tahunan untuk Motor Tahun 2010

Akriko.com - Bayar pajak adalah suatu kewajiban bagi warga negara. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya bayar pajak motor tahun 2010 dan harus ganti plat lagi untuk yang keduakalinya karena sudah berumur 10 tahun.

Samsat Lima Tahunan untuk Motor Tahun 2010

Sebenarnya jatuh tempo pajaknya adalah bulan Februari 2020 lalu, namun karena tidak diurus, akhirnya bulan Mei ini baru dibayar pajaknya, nah kebetulan ada program keringanan dari Samsat, jadi bagi mereka yang telat bayar pajak motor pafa masa pandemi Corona ini tidak kena Sanksi, cukup bayar pokoknya saja.

Kemarin kebetulan saya ada urusan lain yang lebih penting, yakni ganti kartu XL di XL center Singaraja karena HP Bapak saya hilang beberapa waktu lalu. Nah karena datangnya pagi, jadi belum begitu ramai di XL center, jadi urus kartu di XL center jadi lebih cepat.

Setelah itu saya langsung menuju ke kantor Samsat Buleleng, sampai disana terlihat lumayan ramai orang yang bayar pajak motornya, saya bertanya dulu ke bagian informasi untuk menanyakan apakah masih bisa bayar pajak atau tidak. Nah petugas bilang masih bisa, jadi saya langsung fotokopi STNK, BPKB dan KTP di belakang kantor samsat / dekat kantin.

Setelah itu saya langsung serahkan berkas itu pada bagian penerimma berkas yang berlokasi paling depan (depan pintu masuk) dari gedung Samsat. Setelah itu saya tinggal keluar sebentar untuk ambil uang di Indomaret diperempatan sana. Namun karena ATM bermasalah, akhirnya saya tarik tunai di kasir, namun syarat untuk bisa tarik tunai di kasir Indomaret adalah harus belanja minimal Rp 20.000.

Setelah itu saya datang ke tempat naruh map tadi, sampai sana saya tanyakan Map saya, ternyata nama saya sudah sempat dipanggil tadi sama petugas. Dan pak sekuriti pun bertanya, mapnya atas nama siapa, saya jawab atas nama saya, dan diatas meja sudah ada map putih, warna mapnya berubah karena map tadi sudah diserahkan ke bagian verifikasi data (tempat ambil nomor antrian). Setelah dicek ternyata itu map saya dan setelah itu saya pun disuruh kebagian gosok mesin dulu karena ganti plat maka harus gosok mesin.

Setelah selesai gosok mesin maka langsung bayar ke kasir BRI sebesar Rp 160.000 untuk biaya penerbitan TNKB dan STNK. Setelah itu ambil nomor antrean, setelah itu bawa berkas ke loket satu. Setelah itu silakan tunggu sampai nomor antrean dipanggil untuk pembayaran pajaknya di kasir satu atau kasir 2. Kemarin saya bayar pajaknya Rp 180.000 sudah termasuk jasa raharja Rp 35.000.

Setelah membayar maka silakan tunggu lagi untuk dipanggil lagi untuk mengambil STNK baru, nah setelah itu akan mendapat STNK baru dan juga surat untuk mencetak TNKB di belakang. Nah setelah itu pekerjaan selesai.

Nah ada beberapa perbedaan waktu saya samsat lima tahunan motor tahun 2014, waktu itu harus ganti nomor pula, makanya prosesnya agak lama karena harus bolak balik dari kantor samsat ke bagian BPKB yang jaraknya lumayan jauh.

Kemarin juga tidak ada ke bagian Progresif, padahal saya mau memblokir satu motor saya yang sudah saya jual setahun lalu. Nah itulah cerita saya saat samsat lima tahunan di kantor samsat Buleleng, satu lagi pegawainya juga ramah-ramah.

Nah saran untuk Samsat Buleleng, pada saat pandemi Corona ini, karena harus jaga jarak saat duduk, maka bagi wajib pajak yang ngajak anggota keluarga, maka anggota lain itu silakan suruh tunggu diluar saja supaya tidak banyak kursi yang terpakai oleh satu keperluan bayar pajak.

Seperti kemarin saya melihat ada satu keluarga yang ikut nunggu di ruang tunggu, ada suami, istri dan dua orang anak, jadi mereka menghabiskan 2 kursi untuk satu tujuan bayar pajak. Nah itulah sedikit saran dari saya, semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "Samsat Lima Tahunan untuk Motor Tahun 2010"