Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Tahun Vario 110 CW Karbu Punyaku, Ada ceritanya.

Akriko.com - Halo brosis, jumpa lagi dengan saya, kali ini saya mau bercerita sedikit tentang motor Honda Vario 110 CW saya yang saya beli pada tahun 2010 silam. Ini merupakan motor yang saya beli pertama kali dengan hasil keringat saya sendiri secara tunai.

10 Tahun Vario 110 CW Karbu Punyaku, Ada ceritanya.

Tahun 2020 ini motor matic ini genap berusia 10 tahun dan artinya harus ganti plat untuk yang kedua kalinya. Baiklah saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya pertama kali memakai motor ini di Denpasar.

Motor ini terdaftar di Singaraja, namun lebih sering dipakai di Gianyar tepatnya daerah Batubulan dan sering dipakai kerja dari Batubulan ke Ubud bolak balik, karena saat itu saya kerja di Ubud.

Ada satu cerita yang membuat saya sangat terkesan waktu itu, ceritanya begini, waktu itu hari minggu, saya libur, maka dari itu saya putuskan untuk solo riding dengan vario itu menuju maunya ke Tampaksiring.

Awalnya perjalanan terasa lancar dan tidak ada halangan, namun saat sampai di daerah yanh saya kurang tahu namanya, tepatnya dipertigaan dari jalan utama yakni jalan Dr. Soekarno menuju jalan Tirta, harusnya ke arah kanan (jalan Tirta) untuk menuju daerah Kintamani. Namun saya malah lurus saja, dan saya pun nyasar kemana-mana menuju daerah terpencil.

Waktu itu hujan rintik-rintik, makin naik cuaca makin ekstreme dan hujan turun dengan derasnya jalan juga agak kecil dan sedikit rusak. Saat itu saya berhenti di sebuah rumah, saya kira rumah itu kosong, ternyata ada orang didalamnya dan sedang membuat bedeg (kalau gak salahsih 😁).

Selanjutnya saya pun memakai jas hujan, saya sih mau balik aja namun, karena sudah terlanjur naik, maka saya pun memutuskan untuk naik entah dimana nanti saya tembusnya untuk mendapatkan jalan utama.

Setelah melanjutkan perjalanan, akhirnya saya menemukan warung, cuaca masih hujan saya pun memutuskan untuk berhenti disana sambil beli makanan dan juga bertanya jalan dan dimana tembusnya jalan ini. Sempat ngobrol disana dengan penunggu warung dan yang belanja. Saya sempat ditawari sesuatu, entah apa itu saya lupa, intinya mereka menawarkan bantuan.

Setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan, berbekal informasi dari warung itu saya pun terus berjalan dalam kondisi masih hujan. Dulu belum tahu yang namanya google map, jadi dulu kemana-mana tanpa navigasi google maps. Dulu kalau gak salah hp saya masih hp jadul, cuma bisa buat nelpon dan sms saja.

Setelah melanjutkan perjalanan, ahkhirnya saya tiba di jalan utama yakni jalur Kintamani-Tampaksiring. Akhirnya saya pun merasa lega karena sudah sampai dijalan utama dan tidak panik lagi. 😁😷

Setelah tahu jalan yang saya lalui, akhirnya saya putuskan untuk mampir ke penelokan sekedar istirahat sebentar saja. Setelah itu saya putuskan untuk balik ke Batubulan lewat jalur Tampaksiring. Selama perjalanan sungguh terasa dingin karena basah dan juga pantat panas karena menempuh perjalanan yang lama.











Posting Komentar untuk "10 Tahun Vario 110 CW Karbu Punyaku, Ada ceritanya."