Kenangan dengan Guntur FM Radio Singaraja

Advertisement
Advertisement
Waktu saya sedang pergi ke kota Singaraja pada malam hari bersama tiga teman saya yakni Oka, Bambang dan saya sendiri, kami masing-masing naik motor, saya naik Honda Supra, Oka naik Honda Grand yang membonceng Ibunya dan Bambang naik Yamaha Alfa. Rencana itu tidak disengaja mendadak begitu saja. Kebetulan Ibunya Oka datang dari Bandung dan malam itu ingin langsung ke Singaraja ketemu dengan beberapa kenalannya akhirnya diputuskan untuk berangkat malam itu. Jarak dari desa kami ke Singaraja sekitar 10 km. Singkat cerita akhirnya kami sampai di Singaraja tepatnya daerah Banyuning. Ini untuk pertama kalinya saya dan teman-teman berkunjung ke kota naik motor padahal waktu itu kami masih kelas 2 SMP  dan pastinya belum punya SIM tapi sudah bisa naik motor dan waktu itu kami juga memakai Helm (jangan tiru kami ya ini tidak benar).

Kenangan dengan Guntur FM Radio Singaraja

Setelah selesai kami pun memutuskan untuk jalan-jalan ke kota meski tidak tahu jalan tapi kamu nekad untuk jalan-jalan, sempat kesasar karena tidak ketemu kota akhirnya kami bertanya kepada seseorang yang kami temui di pinggir jalan dan akhirnya kami bertanya lewat mana jika mau ke kota Pak? dai pun memberi tahu wah ini sudah jauh balik lagi saja, dan dia pun memberikan petunjuk dan akhirnya kami paham dan segera balik dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bapak tadi karena telah menunjukkan jalan kepada kami. Akhirnya kami pun bisa keliling kota walau pun hanya sebentar dan sempat makan di salah satu senggol yang ada di kota Singaraja.

Setelah itu kami pun memutuskan untuk pulang dan memutuskan untuk lewat jalan Banyuning lagi karena jalannya sepi dan supaya tidak bertemu Polisi takut nanti kena tilang. Waktu itu kami sudah kenal dengan namanya Radio Guntur yang studinya berada di jalan Gempol Banyuning dekat dengan kuburan itu, kami pun memutuskan untuk mampir di stasiun Radio Guntur itu, tahu apa yang kami cari kesana? jaman dulu waktu itu sekitar tahun 1997 yang ada cuma telepon rumah dan telepon umum tidak ada yang namanya facebook, line, whatsapp, Instagram, twitter dan segala jenis media sosial lainnya, semua itu masih belum lahir dan bahkan belum terpikir untuk terlahirkan pada masa itu.

Dulu di Radio guntur ada acara yang namanya kupon request lagu, kita ke sana untuk membeli kupon request itu, harganya per lembar saya lupa, yang jelas waktu kami membeli tiga lembar kupon, saya satu, Oka satu dan Bambang satu. Setelah kupon diberikan oleh staff Radio Guntur akhirnya kami pun menulis apa yang kami request, misalnya lagu apa yang direquest dan salamnya untuk siapa saja. Karena itu pertama kalinya saya beli kupon request radio guntur, jadi saya bingung mau request lagu apa dan kirim salamnya buat siapa saja. Akhirnya semua pun ditulis sekedarnya saja dan kupon pun diserahkan lagi untuk nanti dibacakan oleh penyiar.

Menunggu kupon untuk dibacakan itu rasanya melebihi rasa menunggu ketemuan dengan pacar, rasanya senang dan bangga sekali kalau kupon sudah dibacakan oleh penyiar dan disana ada nama kita dan menyebut nama teman-teman baik kita, apa lagi lagu yang kita request belum ada yang merequest sebelumnya jadi lagu yang direquest bisa diputarkan oleh penyiar. Pengalaman yang sangat menyenangkan pada masa itu, dimana masa yang masih sangat sederhana belum kenal dengan yang namanya internet, semuanya masih manual. Mungkin anak zaman sekarang tidak pernah merasakan pengalaman membeli kupon requezt lagu seperti itu di radio supaya salamnya bisa dibacakan oleh penyiar. Nah itulah sedikit pengalaman saya dengan radio guntur pada zaman tidak enak, mungkin ada yang punya pengalaman seperti saya, yuk bernostalgia.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

2 Responses to "Kenangan dengan Guntur FM Radio Singaraja"

  1. Replies
    1. tahun berapa Ibunya jadi Penyiar di Radio Guntur? kira-kira masih ingat gak kapan periode beli kupon request itu? sudah lama banget... hehehe

      Delete

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih