Mintalah Nomor Telepon!

Advertisement
Advertisement
Melihat judul di atas mungkin menurut kamu ini ada hubungannya dengan saat pertama perkenalan dengan lawan jenis atau gebetan? judul di atas tidak ada hubungannya dengan perkenalan dengan gebetan, kali ini masih ada hubugannya dengan tulisan saya yang kemarin yang berjudul alasan saya memilih belanja online untuk membeli laptop.

Setelah saya masuk ke toko yang sebelumnya saya disarankan mengunjungi toko yang satunya lagi untuk masalah PC, toko itu masih jadi satu owner cuma beda lokasi saja. Saya pun langsung meluncur ke toko satunya lagi. Sampai di sana saya disambut oleh salah satu penjaga tokonya dan langsung bertanya, "Selamat saiang, ada yang bisa dibantu Pak?" saya pun langsung menjawab, "Pak di sini jual PC?" dia pun menjawab, yang Built up atau yang rakitan?" saya jawab lagi, "biasanya di sini jual yang mana?" dia menjawab "kita biasanya jual yang rakitan, bapak maunya spek PCnya kayak gimana?" saya jawab lagi, "saya kurang tahu, tapi saya punya budget 5 juta kira-kira dapat spek seperti apa ya?" dia menjawab "wah kalau masalah itu saya kurang tahu, nanti langsung saja telpon bos saya, nanti sore-sore baru dia ada di sini." saya jawab, "oh gitu ya, sore jam berapa pak?" dia menjawab, "kurang tahu sie, (sambil memberikan kartu nama) tapi bapak nanti bisa hubungi nomor ini untuk bertanya-tanya." saya pun menjawab, "ok baik pak, terima kasih." Dan saya pun langsung keluar dari toko itu dan pergi segera mungkin.

Nah dari kejadian itu mungkin ada pelajaran marketing yang bisa diambil, jika dengan kondisi seperti itu maka calon pembeli sudah ngebet banget ingin membeli laptop atau PC sampai rela memasuki dua toko yang sama untuk mencari informasi.

Jika saya yang menjadi penjaga toko itu maka sebelum calon pembeli itu meninggalkan toko, maka saya akan minta kartu namanya atau nomor telepon yang bisa dihubungi untuk menghubungi dia jika bos sudah ada di toko atau memberi tahu bos jika ada yang bertanya spek PC dengan budget 5 juta. Bisa saja nanti bos yang akan langsung menghubungi nomor calon pembeli itu untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleb penjaga toko dan juga untuk meyakinkan pembeli kalau pihak toko bisa mencarikan PC dengan budget 5 juta dengan spesifikasi terbaik.

Jika sudah begitu maka calon pembeli pun merasa diperhatikan, hanya dengan korban pulsa bebeapa ribu saja,  bisa jadi calon pembeli memutuskan untuk berbelanja di toko tersebut jika dia belum membeli di toko lain. Namanya juga berjualan yang dijual bukan barang saja tapi juga kata-kata, bagaimana kita melayani calon pembeli dengan teknik telemarketing untuk lebih meyakinkan calon pembeli.

Kesimpulannya adalah jangan sampai melepaskan calon pembeli begitu saja, layani setiap calon pembeli yang masuk ke toko, jangan buat dia kecewa karena tidak mendapat informasi yang diinginkan, jika tidak bisa menjawab saat itu juga, mintalah kontak telepon supaya bisa menghubungi sebagai bentuk keseriusan melayani calon pembeli dan pastikan juga hubungi calon pembeli tadi supaya dia tidak menunggu lama dan kita tidak dicap toko ingkar janji.
Cita-cita jadi Customer care.
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Mintalah Nomor Telepon!"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih