Akhir Tahun yang Sedikit Sial

Advertisement
Advertisement

Brosis, kali ini akriko mau bercerita sedikit tentang pengalaman belanja online, sebelumnya akriko juga sudah cerita banyak tentang pengalaman baik saat belanja di Lazada, kali ini akriko akan cerita tentang tidak enaknya belanja online. Sebenarnya belanja online itu enak dan gampang itu dari pengalaman akriko beberapa kali belanja online, tinggal klik konfirmasi pesanan, mesti transfer jika tidak bisa COD setelah konfirmasi pembayaran, kita tinggal menunggu barang untuk dikirim dan sampai pada kita. Kadang dari awal belanja memang bisa lancar tanpa masalah sampai barang tiba dan bahkan setelah barang dipakai secara normal, tetapi kadang apa yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang dipesan.

Sekarang akriko akan menceritakan pengalaman tidak enak saat berbelanja online, kali ini akriko belanja disalah satu group dari Lazada yaitu lamido.co.id saat melihat-lihat disana akriko tertarik dengan tongsis karena harganya murah yaitu Rp 21.000, akriko pun memasukkan tongsis itu ke keranjang belanja sebanyak 2 unit dan kena ongkos kirim Rp 20.000 jadi total belanjaan akriko adalah Rp 62.000,-. Akriko pesan tanggal 20 Desember 2014 karena tidak bisa bayar ditempat atau COD ( Cash On Delivery) maka akriko pilih pembayaran via ATM dan tanggal 21 Desember 2014 akriko sudah transfer, karena hari itu hari minggu maka akriko berfikir mungkin hari senin tanggal 22 desember 2014 barang akan di kirim.

Setelah menunggu beberapa hari ternyata barang belum juga dikirim padahal akriko sudah transfer dan sudah dikonfirmasi kalau pembayaran sudah diterima via ATM, pernah akriko menghubungi penjual sebanyak dua kali, tetapi tidak ada balasan dan akriko juga pernah menghubungi dukungan layanan Lamido katanya mereka juga belum menerima konfirmasi bahwa barang sudah dikirim atau belum. Karena akriko sudah tidak sabar dan sudah menunggu hampir lima hari dan barang juga belum dikirim, maka akriko membatalkan pesanan tersebut pada tanggal 26 Desember 2014 dan mengirim email ke dukungan layanan Lamido cs@lamido.co.id yang isinya seperti ini "Dengan sangat terpaksa saya membatalkan nomor pesanan saya 200154551 yaitu dua buah tongsis dengan harga 21.000 dan tambah ongkos kirim total jadi 62.000,- saya sudah kirim pembayaran via ATM tanggal 21 Desember 2014, jadi tolong proses pengembalian pembayaran saya secepatnya, terimakasih", setelah mengirim email tersebut akriko mendapat balasan yang berisi link untuk mengisi form pengembalian dana, akriko pun isi form itu dari nama pembeli, nama bank, nomor rekening nama pemilik rekening dan jumlah dana dan proses pengembalian dana itu katanya perlu waktu 3-5 haru kerja, akriko pun akan dengan sabar menunggu dana itu bisa dikirim ke rekening akriko.

Selain itu akriko juga lagi sial masalah belanja online ini, karena akriko perlu HP lagi, tepatnya pada tanggal 10 desember 2014 pagi, akriko memutuskan untuk belanja lagi di Lazada membeli 1 unit Evercoss A66A Elevate Y - Quad Core - RAM 1GB/8GB - 13MP- White dengan nomor order 301564355 kali ini tidak bisa COD dan harus bayar via Bank dan akriko pilih transfer via ATM dan tanggal itu juga akriko langsung transfer sesuai harga dan ongkos kirim yaitu Rp 1.410.200,- dengan harapan barang bisa dikirim dengan cepat. Kali ini barang dikirim via JNE dan pada tanggal 13 Desember 2014 barang sudah datang.

Seperti biasa akriko langsung unboxing, akriko penasaran, kenapa box HPnya kok tidak tersegel? ah akriko itu anggap tidak masalah, kemudian akriko masukkan kartu IM3 milik akriko yang dulu ternyata tidak bisa dibaca oleh HP, akriko kira nomornya sudah tidak aktif, kemudian akriko beli lagi kartu IM3 perdana kemudian akriko masukkan di slot SIM card, ternyata bisa terbaca tetapi setiap mau mendaftarkan atau registrasi pemilik kartu ternyata selalu gagal. Akriko lapor ke Indosat Care via twitter katanya disuruh ganti HP kalau tidak bisa silahkan datang ke Gerai terdekat. Akriko pasrah mungkin IM3 lagi gangguan. Setelah itu akriko coba dengan kartu lain yaitu Simpati akriko, ternyata semua lancar dari ngecek pulsa sampai menerima telpon. Dari kejadian itu akriko coba registrasi kartu IM3 baru itu dengan HP lain dan ternyata berhasil, kemudian akriko juga coba cek pulsa, mengirim sms dan menelpon ternyata berhasil juga dengan HP lain. Setelah berhasil registrasi dengan HP lain, akriko coba lagi di HP Evercoss yang baru akriko beli, ternyata masih tidak bisa juga dari ngecek pulsa, nerima sms dan menelpon semua tidak bisa dan akhirnya akriko menyimpulkan bahwa HP Evercoss ini bermasalah atau bisa dibilang rusak.

Dari kejadian itu akriko menghubungi customer service Lazada dan menceritakan permasalahan pada HP Evercoss itu, dan dari pihak Lazada menyuruh untuk mengembalikan barang itu dan akriko pun mengembalikan barang itu pada tanggal 19 desember 2014 via JNE dengan paket sehari dan membayar Rp 28.000,- tanpa asuransi dengan nomor pengiriman DPSB600225185314. Karena sabtu minggu gudang tutup jadi hari senin tanggal 22 desember 2014 baru diterima oleh staff gudang yang bernama Rangga menurut laporan via SMS dari pihak JNE. Tetapi yang jadi masalah adalah status order akriko di Lazada tidak berubah, sampai hari ini tanggal 30 Desember 2014 tulisannya masih seperti ini "Pelanggan telah mengajukan pengembalian dan menunggu barang diterima di gudang Lazada" itu adalah per tanggal 20 Desember 2014, padahal barang sudah diterima tanggal 22 Desember 2014, seharusnya status order saya berubah kalau barang pengembalian sudah diterima oleh pihak Lazada. Sampai hari ini akriko masih terus menunggu perkembangan dari status pengembalian barang akriko itu. Menurut halaman resmi Lazada kalau Proses Pergantian/Pengembalian dana hanya dapat dilakukan jika pihak lazada telah selesai melakukan pengecekan produk yang dikembalikan. Proses pengecekan ini membutuhkan waktu hingga 5 hari kerja.

Karena tidak ada perkembangan, maka akriko mencoba menghubungi dukungan layanan Lazada via Chatting online, yaitu pada tanggal 25  dan 26 Desember 2014, mereka semua sama yaitu meminta bukti atau nomor resi pengiriman barang dan mengatakan kalau akan mengecek ke pihak gudang apakah memang benar barang sudah diterima di gudang. Kemudian tanggal 27 desember 2014 akriko mencoba chatting lagi dengan layanan dukungan dengan orang yang berbeda, jawabannya masih sama yaitu meminta bukti atau nomor resi pengiriman barang dan mengatakan kalau akan mengecek ke pihak gudang apakah memang benar barang sudah diterima di gudang. Kemudian tanggal 29 desember 2014 akriko mencoba chatting lagi dengan layanan dukungan dengan orang yang berbeda, jawabannya masih sama yaitu meminta bukti atau nomor resi pengiriman barang dan mengatakan kalau akan mengecek ke pihak gudang apakah memang benar barang sudah diterima di gudang.

Akriko bener-bener dibuat pusing dengan layanan Lazada ini, yang jadi masalah adalah kenapa status order tidak berubah padahal barang sudah diterima di gudang lazada per tanggal 22 desember 2014 sudah lebih dari seminggu statusnya masih sama yaitu "Pelanggan telah mengajukan pengembalian dan menunggu barang diterima di gudang Lazada" Saking kesalnya akriko mencatat semua chating dengan CS lazada, teatpi yang tanggal 27 akriko lupa catat, silahkan klik disini untuk membacanya. Sampai saat ini akriko masih menunggu pengembalian dana dari kedua transaksi itu, semoga bisa cepat cair, kedepannya akriko mikir-mikir lagi deh kalau mau belanja di Lazada mengingat begitu ribetnya  dan lamanya proses pengembalian dana ini, ini adalah pengalaman terburuk akriko belanja online di Lazada dan berharap tidak akan terulang lagi, oke cukup sekian cerita menutup akhir tahun 2014 ini, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Status order masih tidak berubah sampai tanggal 31 Desember 2014
Advertisement
BERITA TERKAIT :

0 Response to "Akhir Tahun yang Sedikit Sial"

Post a Comment

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, Jangan ada Spam dan link aktif. Terimakasih