Pengaturan Lalu-lintas yang sembrawut.

Advertisement
Advertisement
Mungkin ini hanya sedikit tulisan keluh kesah dari seorang pengguna jalan yang hampir setiap hari bertemu traffic light dan Polisi lalu lintas yang membawa bendera Hijau plosor biu di perempatan jalan. Sebenarnya saya ingin banyak mengeluh tapi sebaiknya saya akan ceritakan pokok permasalahan yang sering menjadi penyebab macet di jalan protocol seperti jalan raya Gatot Subroto dari Gatsu timur sampai barat. Siapa yang tak kesal dengan macet banyak kendaraan dan panas atau hujan di jalan, maka dari itu saya akan mencoba menjabarkan beberapa penyebab Macet.

Macet merupakan salah satu fenomena baru yang telah menghantui pengguna jalan di Bali, yang selama ini saya amati sebagai pengguna jalan adalah pengaturan lalu lintas di traffic light yang sering dilanggar oleh Polisi lalu lintas yang bertugas disana, Polisi tersebut sering melanggar dengan cara memnyuruh kendaraan yang berhenti di traffic light padahal Lampu yang menyala adalah lampu merah, sedangkan dari arah yang lain kendaraan masih berjalan, nah makin kacaulah kendaraan tersebut, dan pengendara juga sering bingung atas ulah atau perintah dari Polantas tersebut, satu sisi lampu masih warna merah dan sudah disuruh maju, satu sisi kendaraan lain masih melintas karena di lampu mereka masih hijau, apa yang terjadi kalau sudah begini?

Saran saya adalah biarkanlah traffic light itu yang mengatur kendaraan yang harus maju atau diam sesuai dengan lampu yang sedang menyala merah kuning atau hijau, Polantas cukup hanya mengatur para pengguna jalan atau pengendara yang membandel misalnya berhenti dilampu merah di luar dari garis garis yang mengatur posisi kendaraan harus berhenti pada saat lampu merah menyala, dan Polantas juga harus turun ke jalan saat lampu merah akan menyala supaya Pengendara tidak menerobos, selain itu Polantas juga harus bertindak tegas terhadap pengendara yang menerobos lampu merah.

Dan yang sering menyebabkan macet adalah bubaran anak sekolah yang mungkin sekolahnya atau parkirnya berada dekat dengan jalan pratokol dan tidak ada petugas yang mengatur lalu-lintas di sana. Yang paling sering saya alami bubaran sekolah di lumintang. Banyak kendaraan roda dua atau roda empat tak mau mengalah dan selalu ingin duluan untuk masuk ke jalurnya. Intinya adalah pengendara tidak mau sadar dan tidak mau mengalah untuk memberikan kesempatan untuk kendaraan lain maju, mereka saling serobot untuk bisa masuk terlebih dahulu. Kalau saran saya untuk yang ini mungkin tidak ada, mungkin biarkan pihak sekolah atau pihak terkait untuk mengaturnya.

Kita sebagai pengguna jalan, lengkapi surat-surat berkendara, marilah kita tertib dalam berlalu-lintas jangan terlalu mementingkan diri sendiri atau egois dalam memakai jalan, berikanlah kesempatan pengendara atau pemakai jalan yang lain untuk menyebrang, memutar atau apalah supaya tidak menyebabkan macet dan taatilah rambu-rambu lalu lintas selain kelengkapan berkendara juga harus dilengkapi. Mungkin hanya demikian keluh kesah dan saran saya mengenai macet yang sering saya alami, mungkin ada teman-teman yang mungkin mengalaminya, mungkin bisa saling berbagi disini. Terimakasih. 
Advertisement
BERITA TERKAIT :

2 Responses to "Pengaturan Lalu-lintas yang sembrawut."

  1. Mungkin prilaku petugas lalu lintas adalah salah satu penyebabnya, namun yang pasti adalah, pertumbuhan kendaraan bermotor baik itu mobil maupun sepeda motor jauh melebihi ketersediaan jalan (lebarnya). Selain itu kesadaran pengendara juga menjadi faktor yang signifikan dalam hal ini.
    Sekian dari saya untuk artikel ini,

    Buat akri, sebuah artikel akan lebih menarik kalau ada gambarnya.... :D

    ReplyDelete
  2. yups betul itu, jumlah kendaraan yg makain banyak dan jalan yang tak melebar, tp kadang prilaku pengguna jalan juga yang tak mau mematuhi rambu rambu yg suka bikin macet.

    thanks masukannya bro...

    ReplyDelete

Silakan berikan komentar Anda dengan baik, silakan gunakan Bahasa Indonesia dengan baik supaya mudah dibaca oleh pengunjung lain, terimakasih